Keracunan MBG Sidoarjo Capai 668 Orang, Polda Jatim Tunggu Polresta

Ilmidza • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 18:52 WIB
Ilustrasi santri korban keracunan setelah menyantap MBG saat menjalani perawatan di rumah sakit.(generate ai)
Ilustrasi santri korban keracunan setelah menyantap MBG saat menjalani perawatan di rumah sakit.(generate ai)

KALTIMPOST.ID, Polda Jawa Timur (Jatim) menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tanggulangin, Sidoarjo, kepada penyidik Polresta Sidoarjo. Insiden ini berdampak pada 668 korban, mendera ratusan santri Ponpes Manba’ul Hikam serta murid dari sejumlah sekolah setempat sejak Selasa (1/9/2026).

​Para korban dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah usai mengonsumsi paket MBG yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Paket makanan tersebut berisi nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan apel.

​Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti adanya unsur kelalaian yang disengaja dalam kasus ini. Pihak SPPG dinilai terlambat mendistribusikan makanan dan alih-alih memberikan label batas aman konsumsi (expired date), mereka langsung menyalurkannya ke sekolah serta pesantren. Atas temuan ini, Lisensi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) milik SPPG Kalitengah kini terancam dicabut.

Polda Jatim Tunggu Hasil Pendalaman Polresta Sidoarjo

​Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa penanganan kasus berada di wilayah hukum Polresta Sidoarjo. Pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan menyeluruh untuk memastikan keberadaan dugaan pelanggaran hukum.

​"Polresta Sidoarjo masih melakukan penanganan dan pendalaman guna memetakan penyebab pasti peristiwa sekaligus memastikan ada tidaknya unsur pidana. Kita tunggu perkembangan resminya tanpa mendahului proses yang berjalan," kata Jules, Kamis (3/9/2026).

Polresta Sidoarjo Beralih Fokus ke Penanganan Darurat

​Di sisi lain, Polresta Sidoarjo mengonfirmasi belum melangkah ke tahap penyelidikan unsur pidana secara mendalam. Kasi Humas Polresta Sidoarjo, AKP Tri Novi, memaparkan bahwa prioritas kepolisian saat ini tertuju pada penanganan kondisi darurat serta keselamatan para korban.

​"Fokus kami adalah pengamanan di lingkungan ponpes, memandu proses evakuasi korban, serta mengondisikan arus lalu lintas guna mengawal ambulans ke rumah sakit terdekat," ujar AKP Tri Novi.

​Guna mengusut penanganan perkara berskala nasional ini, Polresta Sidoarjo akan terus berkoordinasi secara intensif dengan jajaran penyidik Polda Jatim.

Editor : Ilmidza
Keracunan Makanan Bergizi Gratis polda jatim