Update Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Tembus 746 Orang, 23 Masih Opname

Ilmidza • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 14:58 WIB
Ilustrasi santri korban keracunan setelah menyantap MBG saat menjalani perawatan di rumah sakit.(generate ai)
Ilustrasi santri korban keracunan setelah menyantap MBG saat menjalani perawatan di rumah sakit.(generate ai)

KALTIMPOST.ID. Jumlah korban dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam serta 19 sekolah lain di kawasan Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, terus bertambah hingga mencapai 746 orang.

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmita Herawati mengungkapkan bahwa angka tersebut dihimpun dari laporan warga yang berobat ke berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga dokter praktik mandiri dan bidan. "Update korban keracunan makanan Ponpes Manbaul Hikam yang merasakan keluhan dan mendapatkan perawatan medis di fasyankes, total ada 746 pasien," ujar Lakhsmita.

​Lakhsmita merinci bahwa sebagian besar korban kini kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang. "Saat ini, data terakhir adalah masih rawat opname itu 23 orang. Kemudian yang sudah kita rawat jalankan ya, artinya sudah berobat jalan itu 723," tambahnya.

​Insiden ini bermula pada Selasa (1/9) siang usai para santri dan siswa menyantap hidangan MBG olahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin. Menu yang disajikan meliputi nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, serta buah apel. Tak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, ratusan pelajar mulai mengeluhkan gejala mual, muntah, hingga pusing hebat.

Editor : Ilmidza
Keracunan Makanan Bergizi Gratis