KALTIMPOST.ID, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan seluruh akses jalan dan jembatan nasional yang sempat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini sudah beroperasi normal kembali. Pemulihan konektivitas ini krusial untuk menjaga kelancaran pasokan logistik dan mobilitas warga lokal.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, setelah merampungkan perbaikan jalur nasional, fokus penanganan kini digeser ke jalan tingkat provinsi dan kabupaten. Langkah ini diambil guna mengamankan akses penghubung antarwilayah yang sering dimanfaatkan sebagai rujukan jalur alternatif.
Merujuk pada pendataan per 30 Agustus 2026, Kementerian PU telah memfungsikan kembali 17 ruas jalan termasuk 88 titik longsoran dan 3 retakan jalan serta 14 jembatan dan 3 duiker (gorong-gorong) yang sebelumnya rusak.
Di samping sektor konektivitas, Kementerian PU memprioritaskan perbaikan prasarana dasar masyarakat seperti fasilitas air bersih di Pulau Flores. Pasalnya, dampak kerusakan fisik paling besar terjadi pada bangunan umum seperti fasilitas kesehatan dan rumah ibadah.
Secara rinci, dampak kerusakan infrastruktur pascagempa yang saat ini dalam penanganan mencakup:
- Fasilitas Gedung: Dari 651 prasarana umum yang terdampak (300 rumah ibadah, 238 fasilitas kesehatan, dan 112 sarana pendidikan keagamaan), sebanyak 152 bangunan telah melewati verifikasi tingkat kerusakan. Selain itu, 17 kantor pemerintahan dan 1 gedung militer juga tengah diperiksa.
- Air Minum & Sanitasi: Sebanyak 81 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) masuk tahap verifikasi dengan 1 SPAM sudah berhasil ditangani. Penilaian fungsi juga berjalan untuk 2 Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dan 1 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
- Sumber Daya Air: Proses penanganan dan pemeriksaan fungsi menyasar 15 daerah irigasi, 14 sumur air baku, 4 pengaman pantai, 3 embung, 2 bendung, 2 sungai, serta 1 bendungan.