Ponpes Sidoarjo Usul Kelola MBG Mandiri Usai Insiden Keracunan

Ilmidza • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 12:20 WIB
Korban keracunan MBG di Sidoarjo menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan MBG. (IST)
Korban keracunan MBG di Sidoarjo menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan MBG. (IST)

KALTIMPOST.ID, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam di Tanggulangin, Sidoarjo, KH Abdul Wahid Harun (Gus Wahid), mengusulkan agar operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) diserahkan secara mandiri kepada pihak pesantren. Langkah ini diajukan menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santrinya akibat konsumsi makanan dari penyedia luar.

​Gus Wahid mengapresiasi perhatian pemerintah pusat atas musibah tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, program yang berniat baik ini jangan sampai ternoda akibat kelalaian teknis dalam proses penyediaannya.

Mengadopsi Sistem Luar Negeri dan Pemberdayaan Lokal

​Gus Wahid mengusulkan agar unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dikelola langsung oleh internal pesantren melalui pengalokasian dana ke lembaga, bukan lagi mengandalkan pasokan dari pihak luar. Konsep yang diilhami dari sistem di Malaysia dan Singapura ini diakuinya telah disampaikan kepada Staf Khusus Kepresidenan serta mendapat respons positif.

​Skema pengelolaan mandiri dinilai dapat meminimalisasi risiko pembusukan atau kontaminasi makanan. Pengolahan makanan untuk 2.500 hingga 2.830 porsi dapat dimasak dan disajikan secara langsung tanpa membutuhkan jeda waktu pengiriman yang lama.

​Gus Wahid menegaskan bahwa usulan ini bukanlah bentuk penolakan terhadap MBG, melainkan upaya penyempurnaan sistem agar lebih aman. Dalam pelaksanaannya kelak, pesantren berencana memberdayakan alumni serta warga sekitar untuk membantu roda ekonomi lokal.

Latar Belakang Insiden Keracunan

​Musibah keracunan melanda ratusan santri Ponpes Manbaul Hikam serta siswa dari 19 sekolah di kawasan Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, usai menyantap menu MBG (nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan apel) yang diproduksi SPPG Kalitengah pada Selasa (1/9).

​Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo hingga Kamis (4/9) siang, total korban terdampak mencapai 748 orang dengan rincian:

Editor : Ilmidza
Keracunan Makanan Bergizi Gratis