KALTIMPOST.ID, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi menggandeng National Research Institute for Earth Science and Disaster Resilience (NIED) Jepang guna memperkuat ketahanan bencana. Sinergi ini ditandai melalui ajang The 1st BRIN-NIED Annual Disaster Risk Reduction (DRR) Workshop di Gedung B.J. Habibie, Jakarta.
Kolaborasi ini meluncurkan serangkaian proyek riset bersama yang berfokus pada mitigasi ancaman multi-bahaya, rekayasa dan pengamatan seismik, sistem informasi kebencanaan, hingga potensi bencana air dan sedimen.
Fokus Utama Riset dan Mitigasi
- Tantangan Serupa: Kedua negara menghadapi ancaman bencana yang hampir identik, seperti gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
- Cakupan Bidang: Pertukaran riset mencakup penginderaan jauh, meteorologi, bahaya gelombang panas, hingga strategi peningkatan ketahanan masyarakat.
- Target Output: Pengembangan teknologi sistem peringatan dini, peningkatan kesiapsiagaan, serta publikasi ilmiah bersama.
Ketua Gugus Tugas Tanggap Bencana BRIN, Joko Widodo, menegaskan bahwa penanganan risiko bencana tak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan integrasi ilmu pengetahuan, adopsi teknologi, dan kolaborasi internasional untuk membangun masyarakat yang tangguh.
Ekspansi Kerjasama ke Tingkat ASEAN
Presiden NIED Jepang, Prof. Kaoru Takara, menyambut positif ruang lingkup kolaborasi ini. Menurutnya, pengalaman penanganan bencana di Jepang dan negara-negara anggota ASEAN dapat saling melengkapi, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Ke depan, kemitraan BRIN dan NIED tidak hanya menyasar hubungan bilateral, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat jaringan riset Integrated Research on Disaster Risk (IRDR) di kawasan Asia-Pasifik dan global.
Editor : Ilmidza