KALTIMPOST.ID, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menggelar seleksi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) berbasis Computer Assisted Test (CAT). Langkah ini diambil guna menjamin proses penjaringan berlangsung secara transparan, objektif, profesional, dan akuntabel.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo, menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas penjaringan petugas haji musim ini.
"Tahun ini Kemenhaj menggandeng BKN dalam pelaksanaan CAT. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan profesional," ujar Puji Raharjo di Jakarta.
Pelaksanaan Ujian dan Bidang Layanan
- Peserta: Ujian gelombang pertama ini diikuti oleh 1.344 peserta untuk posisi PPIH Arab Saudi dan PPIH Kloter Non-Nakes.
- Lokasi: Tes dilaksanakan serentak di 35 kantor pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN di berbagai daerah untuk memudahkan akses para peserta.
- Posisi Layanan: Meliputi Bimbingan Ibadah, Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, Pelayanan Jemaah Lansia & Disabilitas, serta Media Center Haji.
Kriteria Utama Petugas Haji
Puji menekankan bahwa petugas yang dipilih bakal berhadapan langsung dengan beragam kondisi jemaah di lapangan. Oleh sebab itu, kriteria penilaian tidak hanya berpatokan pada kemampuan akademik belaka.
"Yang kami cari adalah peserta yang memiliki kemampuan teknis, integritas, manajerial, dan orientasi pelayanan kepada jemaah," tegas Puji.
Ia menambahkan bahwa petugas merupakan garda terdepan pelayanan haji Indonesia. "Petugas haji adalah bagian penting dari wajah pelayanan haji. Karena itu, proses untuk memilihnya harus dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan," pungkasnya.
Hasil dari ujian CAT ini bakal menjadi bahan evaluasi utama dalam menentukan kelolosan petugas haji untuk operasional penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.
Editor : Ilmidza