Antisipasi Erupsi Anak Krakatau, Mendikdasmen Dorong Sekolah Terdampak Terapkan PJJ

Ilmidza • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 17:55 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

KALTIMPOST.ID, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat merespons dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menganjurkan sekolah-sekolah yang berada di kawasan terdampak bahaya untuk sementara menghentikan aktivitas belajar tatap muka dan beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

​Langkah diskresi ini diambil guna menempatkan keselamatan para murid serta tenaga pendidik sebagai prioritas tertinggi di tengah ancaman debu vulkanik yang meluas.

​"Jadi, daerah-daerah yang memang tidak aman maka sangat dianjurkan untuk tidak melakukan pembelajaran secara tatap muka di sekolah," tegas Mu'ti dalam jumpa pers daring pada Minggu (6/9).

​Meski demikian, Mu'ti menjelaskan bahwa penerapan PJJ di tiap kawasan harus tetap mengacu pada keputusan resmi pemerintah daerah setempat. Pasalnya, pergerakan arah angin membuat sebaran abu vulkanik bergerak dinamis sehingga pemetaan zona bahaya berada penuh di bawah wewenang pemda dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

​Bagi daerah yang dinilai masih aman oleh otoritas lokal untuk menggelar sekolah tatap muka, Mu'ti meminta agar protokol kesehatan ketat segera diberlakukan tanpa kompromi.

​"Kalau misalnya oleh otoritas masih memungkinkan, itu pun tetap dilakukan dengan protokol kesehatan yang tetap," jelas Mu'ti.

​Ia menambahkan, sekolah yang tetap buka disarankan meniadakan aktivitas fisik di luar ruangan seperti olahraga. Kegiatan pembelajaran wajib difokuskan di dalam kelas dengan memastikan akses udara tertutup rapat agar debu tidak masuk.

​Seperti diketahui, letusan beruntun Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (4/9) malam hingga Minggu (6/9) telah memicu sebaran abu vulkanik hingga ke lima provinsi, yakni Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta.

​Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 oleh BMKG bersama PVMBG dan VAAC Darwin, sebaran abu vulkanik terbelah menjadi dua koridor utama:

Editor : Ilmidza
abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau