Sepekan Pasca Keracunan Massal MBG, 45 Santri Ponpes di Sidoarjo Kembali Masuk RS

Ari Arief • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 13:41 WIB
Ilustrasi siswa dilarikan lagi ke RSUD Notopuro Sidoarjo, Jatim, diduga keracunan.(generate ai)
Ilustrasi siswa dilarikan lagi ke RSUD Notopuro Sidoarjo, Jatim, diduga keracunan.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,SIDOARJO-Dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, kembali memakan korban. Sebanyak 45 santri harus dilarikan ke rumah sakit usai mengeluhkan gejala mual dan lemas yang kambuh pada Senin (7/9) malam.

Para korban dirawat terpisah di dua lokasi, yakni 33 santri di RSUD Notopuro Sidoarjo dan 12 santri di RSI Siti Hajar Sidoarjo. Insiden ini terjadi sepekan setelah keracunan massal pertama yang melumpuhkan lebih dari 700 santri pada Selasa (1/9) lalu.

Baca Juga: Karhutla Samarinda Capai 152 Kejadian, Kualitas Udara Memburuk

Sebagian besar santri telah diperbolehkan pulang usai mendapat penanganan medis. Namun, beberapa di antaranya masih harus menjalani perawatan intensif.

Humas RSUD Notopuro Sidoarjo, Rizqi Maulana Hadi, membenarkan bahwa mayoritas pasien telah kembali ke pondok pesantren. "Tinggal dua santri yang masih dirawat, kondisinya masih lemas," kata Rizqi, Selasa (8/9).

Baca Juga: Dayak Basap Karangan Jatuhkan Sanksi Adat kepada Pembalak Liar di Kawasan Hutan

Pihak RSUD Notopuro memastikan akan terus memantau perkembangan kesehatan kedua santri tersebut hingga kondisinya benar-benar stabil sebelum diizinkan pulang.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait pemicu pasti yang menyebabkan puluhan santri tersebut kembali mengalami gejala keracunan.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
keracunan sidoarjo Mbg pesantren