Hari Kedua Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Empat Kapal SAR Diterjunkan

Ilmidza • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 11:48 WIB
Ilustrasi pencarian jurnalis yang hilang saat meliput gunung anak Krakatau. (Pinterest)
Ilustrasi pencarian jurnalis yang hilang saat meliput gunung anak Krakatau. (Pinterest)

KAlTIMPOST.ID, Tim SAR Gabungan terus memaksimalkan pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Para awak media tersebut sebelumnya dilaporkan melaut menggunakan speedboat untuk melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

​Memasuki hari kedua operasi pada Rabu (9/9/2026), area pencarian kini diperluas. Tim SAR mengerahkan empat Unit Pencarian dan Penyelamatan (Search and Rescue Unit/SRU) yang dibagi ke dalam beberapa sektor operasional.

​SRU 1 mengerahkan KN SAR Tetuka 247 untuk menyisir area seluas 68,3 nautical mile (NM) dengan jarak antarjalur 3 NM. SRU 2 mengandalkan KAL Anyer yang bakal memindai perairan sejauh 69,5 NM. Sementara itu, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung untuk melakukan penyisiran radius 67 NM, dan SRU 4 menerjunkan RIB 02 Banten khusus memantau perairan di sekitar Pulau Rakata serta Pulau Panjang.

​Operasi skala besar ini melibatkan personel gabungan dari Kantor SAR Banten, USS Pandeglang, Kantor SAR Lampung, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, hingga nelayan setempat. Berbagai armada pendukung seperti mobil penyelamat, truk personel, peranti komunikasi, hingga drone thermal turut diturunkan ke lapangan.

​Kasubsie Ops dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto menyampaikan bahwa kondisi alam di sekitar lokasi kejadian cukup mendukung proses pencarian pada pagi hari.

​"Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter," Rizky Dwianto, Kasubsie Ops dan Siaga Basarnas Banten.

​Berdasarkan data resmi, kapal nahas tersebut membawa delapan penumpang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal.

Editor : Ilmidza
Gunung Anak Krakatau