Dua Prajurit Kodim Kupang dan Kodim 1630 Manggarai Barat Aniaya Warga hingga Masuk RS

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 12:58 WIB
Ilustrasi Jawa Pos Group
Ilustrasi Jawa Pos 

KALTIMPOST.ID, LABUAN BAJO – Dugaan penganiayaan terhadap seorang warga di Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah didalami jajaran Kodim 1630/Manggarai Barat.

Dalam perkara tersebut, dua orang yang diduga merupakan prajurit TNI Angkatan Darat disebut terlibat dalam aksi pemukulan terhadap seorang warga bernama Syarif.

Korban kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo setelah mengalami luka akibat kejadian tersebut.

Baca Juga: Krakatau 1883 Mengamuk di Selat Sunda: Tsunami Tewaskan 36 Ribu Orang, Melahirkan Anak Krakatau

Peristiwa itu juga menjadi perhatian setelah rekaman video yang memperlihatkan aksi pembongkaran pagar hingga dugaan pemukulan beredar luas di media sosial.

Komandan Kodim 1630/Manggarai Barat Letkol Inf Budiman Manurung mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk memastikan rangkaian kejadian.

“Dari Kodim masih melakukan pendalaman dan pengambilan keterangan terkait kasus ini,” kata Budiman saat dikonfirmasi, Rabu (9/9).

Menurut dia, proses pendalaman dilakukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa yang menyebabkan korban mengalami luka. Kodim juga menyatakan akan memastikan fakta kejadian dan menyampaikan hasil penyelidikan secara transparan.

Berawal dari Persoalan Pagar

Informasi sementara menyebut persoalan tersebut bermula ketika dua orang yang diduga prajurit TNI melakukan pembongkaran serta perusakan pagar di atas lahan yang disebut milik korban.

Istri korban berinisial J kemudian merekam aktivitas pembongkaran tersebut. Rekaman itu diduga membuat kedua prajurit tersebut keberatan. Mereka kemudian disebut mendatangi rumah korban.

Saat itu, korban baru pulang dari memancing dan sedang berada di halaman rumah. Di lokasi tersebut, korban diduga mengalami pemukulan yang dilakukan secara bersama-sama oleh dua orang tersebut.

Baca Juga: Profil Letjen TNI Lucky Avianto, Jenderal Kopassus yang Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Bekas Markas

Rekaman video yang beredar juga memperlihatkan salah seorang pria mengeluarkan ucapan bernada kasar. Dalam video terdengar pula suara perempuan yang menangis dan berteriak histeris.

Anak Korban Disebut Trauma

Dugaan penganiayaan tersebut tidak hanya berdampak pada korban. Anak korban yang masih berusia sembilan tahun disebut mengalami trauma setelah menyaksikan kejadian tersebut.

Keluarga korban pun berharap persoalan itu dapat ditangani secara terbuka dan sesuai ketentuan yang berlaku. Syarif diketahui merupakan warga Kampung Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.

Warga setempat juga menyayangkan tidak adanya perangkat desa maupun aparat di lokasi ketika peristiwa tersebut berlangsung. 

Baca Juga: Daftar Puluhan Jenderal Pol Dimutasi Kapolri Agustus 2026, Ini Jabatan Baru yang Diemban

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Boleng Kaharudin belum memberikan keterangan terkait kejadian tersebut hingga berita ini disusun.

Editor : Uways Alqadrie
kodim Kupang Kodim 1630 Manggarai Barat prajurit aniaya warga sipil Manggarai Barat