KALTIMPOST.ID, MALANG – Suara dentuman keras membuat sejumlah warga Kota dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, penasaran. Bunyi tersebut terdengar pada Selasa (8/9) malam dan dilaporkan muncul hampir bersamaan dari sejumlah wilayah yang lokasinya cukup berjauhan.
Laporan warga datang dari beberapa kawasan, mulai Blimbing, Bumiayu, Lowokwaru, hingga Lawang dan Bululawang.
Kemunculan suara tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Sebagian warga sempat menduga bunyi berasal dari aktivitas sound horeg maupun kegiatan konstruksi di sekitar permukiman.
Baca Juga: Genap 17 Tahun, Warga RI Bakal Dapat Rekening Bank dan Saldo Rp50 Ribu dari Pemerintah
Namun, dugaan tersebut belum dapat memastikan sumber suara yang terdengar luas di wilayah Malang.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso, Linda Fitrotul, mengatakan faktor cuaca tidak menjadi penyebab dentuman tersebut. “Kalau dari faktor cuaca bukan,” ujar Linda saat dikonfirmasi, Rabu (9/9).
BMKG Cek Aktivitas Pesawat Militer
Untuk menelusuri sumber suara, BMKG juga melakukan koordinasi dengan pihak militer di wilayah Malang.
Salah satu yang dikonfirmasi adalah Lanud Abdulrachman Saleh. BMKG ingin memastikan apakah pada waktu dentuman terdengar terdapat aktivitas penerbangan atau latihan pesawat.
Hasil koordinasi sementara menunjukkan tidak ada kegiatan latihan pesawat pada waktu tersebut.
“Kami juga menanyakan kepada Lanud Abdulrachman Saleh, apakah ada aktivitas latihan pesawat atau tidak. Informasi dari Lanud Abdulrachman Saleh tidak ada latihan pesawat,” jelas Linda.
Dengan demikian, dugaan bahwa dentuman berkaitan dengan aktivitas latihan pesawat belum terbukti.
Baca Juga: Krakatau 1883 Mengamuk di Selat Sunda: Tsunami Tewaskan 36 Ribu Orang, Melahirkan Anak Krakatau
BMKG belum menyimpulkan sumber pasti suara yang terdengar warga. Saat ini, koordinasi dilakukan dengan Stasiun Geofisika untuk mengetahui apakah fenomena tersebut terekam oleh perangkat sensor atau tidak.
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mencari kemungkinan sumber suara berdasarkan data instrumen, bukan hanya laporan masyarakat.
Hingga Rabu (9/9), penyebab pasti dentuman yang menghebohkan sejumlah wilayah Malang tersebut masih dalam penelusuran.
Editor : Uways Alqadrie