Mobil BYD M6 Diduga Error, Polisi Beber Fakta Kecelakaan Maut Satu Keluarga di Jakarta

Thomas Priyandoko • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 08:13 WIB
BYD M6 diduga terlibat kecelakaan maut di arah Puri Indah Mall, Jakarta Barat. (X: @adarwis).
BYD M6 diduga terlibat kecelakaan maut di arah Puri Indah Mall, Jakarta Barat. (X: @adarwis).

 

KALTIM POST- Jagat maya sempat dihebohkan oleh kabar dugaan malafungsi sistem pengereman mobil listrik yang menelan banyak korban jiwa di kawasan Jakarta Barat. Menanggapi kabar liar yang terlanjur viral tersebut, pihak kepolisian akhirnya membeberkan fakta runtutan kejadian tabrakan beruntun yang merenggut nyawa satu keluarga pemotor.

Peristiwa tragis ini berlangsung di sekitar turunan Jembatan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat pada Sabtu sore. Insiden karambol tersebut melibatkan tiga unit mobil dan satu sepeda motor yang melintas di jalur yang sama.

Kepala Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, menjelaskan bahwa petaka bermula ketika minibus listrik BYD berpelat B 2703 BNA melaju dari arah selatan menuju utara. Kendaraan yang dikemudikan oleh Karsono itu mendadak menabrak bagian belakang mobil di depannya.

Benturan pertama menghantam Kijang Innova bernomor polisi B 1277 UIH yang dikemudikan Hadi Wibawa. Dorongan keras tersebut membuat Innova tersentak maju ke depan dan menabrak mobil Toyota Fortuner dengan nomor pelat L 1021 BAD.

Hantaman beruntun itu membuat pengemudi Fortuner kehilangan kendali kemudi hingga kendaraannya oleng ke kanan. Pada saat bersamaan, sisi bodi kiri Fortuner langsung menghantam sepeda motor Honda Vario bernomor polisi B 4915 BCD yang melaju di sampingnya.

Sepeda motor nahas tersebut ditunggangi oleh Andi Prasetyo bersama anggota keluarganya. Joko menegaskan bahwa kecelakaan maut ini menelan tiga korban jiwa yang merupakan satu keluarga pengendara motor, serta mengakibatkan empat orang lainnya mengalami luka-luka.

Pengendara motor, Andi Prasetyo, sebenarnya sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Hermina Daan Mogot untuk mendapatkan penanganan darurat. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan akibat cedera parah pada bagian kepala.

Penjelasan resmi kepolisian ini sekaligus meluruskan spekulasi yang beredar luas di media sosial X lewat unggahan akun @adarwis. Akun tersebut sebelumnya sempat menyebut mobil listrik mengalami eror rem, menabrak tiang listrik, hingga menewaskan delapan orang akibat sengatan listrik.

Kabar tak terverifikasi itu sempat memicu perdebatan netizen mengenai keandalan teknologi mobil listrik versus kemungkinan pengemudi yang belum terbiasa. Hingga saat ini, pihak pabrikan BYD belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden tabrakan beruntun tersebut.

Editor : Thomas Priyandoko
tabrakan mobil byd m6 byd m6 diduga error kecelakaan mobil listrik di jakarta