Kisah Wili Mbuik, ASN Muda Korban Penembakan di Jayawijaya yang Rutin Video Call Ayah di Rote

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 10:42 WIB
Wili Mbuik, satu dari tiga ASN yang ditembak anggota KKB. (FOTO: IST)
Wili Mbuik, satu dari tiga ASN yang ditembak anggota KKB. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, JAYAWIJAYA – Kabar duka datang dari Jayawijaya, Papua Pegunungan. Wili Mbuik, 24, ASN yang tengah menjalankan tugas di wilayah tersebut, meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Wili merupakan satu dari tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang meninggal dalam insiden penembakan pada Rabu (9/9/2026) sore. Saat kejadian, para korban disebut sedang menjalankan tugas mengantarkan bantuan pangan kepada masyarakat.

Kepergian Wili menjadi pukulan berat bagi keluarga di Rote. Perempuan yang akrab disapa Nona Wili itu merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Sang ibu telah lama meninggal dunia, sehingga Wili menjadi salah satu sosok yang sangat dekat dengan ayahnya.

Baca Juga: Debut Shin Tae-yong di GBK, Persija vs Persib Jadi Perang 17 Pemain Timnas Indonesia

Bibi Wili, Selvi Mbuik, mengatakan keluarga sempat panik ketika menerima informasi bahwa Wili terkena tembakan. Foto kondisi Wili yang mengalami luka di bagian dada kiri membuat keluarga langsung berusaha mencari kabar terbaru mengenai kondisinya.

Keluarga saat itu masih berharap Wili dapat diselamatkan karena kondisinya disebut kritis. Namun, harapan tersebut pupus setelah kabar mengenai meninggalnya Wili diterima keluarga.

"Awalnya kami berharap dia masih bisa diselamatkan. Kami terus berdoa agar anak kami selamat," ujar Selvi, Jumat (11/9/2026).

Rutin Hubungi Ayah dari Tanah Rantau

Bagi keluarga, Wili bukan hanya seorang ASN yang bertugas jauh dari kampung halaman. Ia dikenal sebagai perempuan yang santun, penyayang, dan memiliki kedekatan kuat dengan keluarganya.

Jarak antara Rote dan Papua Pegunungan tidak membuat komunikasi Wili dengan keluarganya di Rote terputus. Ia disebut rutin melakukan panggilan video dengan ayahnya untuk sekadar berbincang dan menanyakan kabar keluarga.

Kebiasaan itu semakin sering dilakukan setelah Wili menerima gaji. Ia menyempatkan diri menghubungi sang ayah meski berada ribuan kilometer dari rumah.

Baca Juga: Video Abah Setu Viral Diduga Hina Nabi Muhammad, Warga Geruduk Majelis Dzikir di Bekasi

Kini, panggilan tersebut tinggal kenangan bagi keluarga.

Wili memilih mengabdi di tanah rantau sebagai aparatur sipil negara. Namun, pengabdiannya di Jayawijaya berakhir tragis setelah dirinya menjadi korban kekerasan bersenjata saat menjalankan tugas untuk masyarakat.

Editor : Uways Alqadrie
Wili Mbuik 3 ASN ditembak di Jayawijaya KKB OPM Papua Papua Pegunungan