KALTIMPOST.ID - Kemarau panjang membuat sebagian wilayah menghadapi keterbatasan air. Dalam kondisi seperti ini, umat Islam mengenal salat istisqa sebagai salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
Salat istisqa atau salat meminta hujan dilakukan ketika masyarakat mengalami kekeringan dan hujan tidak kunjung turun. Ibadah ini menjadi pengingat bahwa manusia tetap membutuhkan pertolongan Allah SWT di tengah berbagai usaha yang dilakukan untuk menghadapi kekeringan.
Namun, ada hal penting yang perlu dipahami. Salat istisqa bukan jaminan hujan langsung turun deras setelah ibadah dilaksanakan. Salat tersebut merupakan bentuk doa, penghambaan, dan permohonan kepada Allah SWT.
Baca Juga: Legacy of Spirit di Honda Bikers Day 2026, Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi
Apa Itu Salat Istisqa?
Secara bahasa, istisqa berarti meminta hujan. Karena itu, salat istisqa merupakan salat sunah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa manfaat.
Pelaksanaan salat minta hujan umumnya dilakukan secara berjamaah di tempat terbuka, seperti lapangan. Tata caranya memiliki sejumlah kemiripan dengan salat Id.
Sebelum salat, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, bertobat, meningkatkan amal kebajikan, serta menjauhi kemaksiatan. Sikap tersebut menjadi bagian dari upaya merendahkan diri dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Tata Cara Salat Istisqa
Secara umum, tata cara salat istisqa terdiri dari dua rakaat. Pelaksanaannya dilakukan secara berjamaah dengan imam.
Berikut gambaran pelaksanaan sholat istisqa:
1. Rakaat pertama
Imam melakukan takbiratul ihram, kemudian membaca takbir tambahan sebagaimana tata cara salat Id menurut pendapat yang digunakan. Setelah itu, imam membaca Surah Al-Fatihah dan surah Al-Qur'an, lalu melanjutkan gerakan salat hingga selesai.
2. Rakaat kedua
Setelah berdiri untuk rakaat kedua, imam melakukan takbir tambahan. Selanjutnya, imam membaca Surah Al-Fatihah dan surah Al-Qur'an, kemudian salat dilanjutkan hingga salam.
3. Khutbah istisqa
Setelah salat selesai, imam menyampaikan khutbah. Dalam khutbah tersebut, jamaah diajak memperbanyak istighfar, bertobat, meningkatkan ketakwaan, dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Erau Kutai 2026, Dari Ritual Sakral hingga Belimbur
Doa Meminta Hujan yang Bisa Dibaca
Selain melaksanakan salat istisqa, umat Islam dapat memperbanyak doa dan istighfar. Salah satu doa yang dapat dibaca ketika memohon hujan adalah:
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا، مَرِيئًا مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ
Allahumma asqina ghaithan mughiitsan, marii'an marii'an, naafi'an ghaira dhaarrin, 'aajilan ghaira aajil.
Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyegarkan, menyuburkan, bermanfaat dan tidak membahayakan, segera dan tidak ditunda.”
Al-Qur'an juga memuat anjuran untuk memperbanyak istighfar. Dalam Surah Nuh ayat 10-11 Allah SWT berfirman:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
Artinya:
“Maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.’”
Benarkah Salat Istisqa Membuat Hujan Langsung Turun?
Pertanyaan ini kerap muncul ketika membahas salat minta hujan. Jawabannya, salat istisqa tidak dapat dipahami sebagai cara untuk memaksa hujan turun pada saat itu juga.
Turunnya hujan tetap merupakan kehendak Allah SWT. Karena itu, tidak tepat jika sholat istisqa dianggap sebagai jaminan bahwa hujan akan langsung turun deras setelah salat selesai.
Inti dari salat istisqa adalah memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT ketika manusia menghadapi kekeringan.
Ikhtiar Menghadapi Kemarau Tak Cukup dengan Doa
Pelaksanaan salat istisqa juga dapat berjalan beriringan dengan usaha nyata menghadapi kekeringan.
Masyarakat tetap perlu menjaga sumber air, menggunakan air secara bijak, merawat lingkungan, serta mengikuti langkah penanganan kekeringan yang dilakukan pemerintah maupun pihak terkait.
Dengan demikian, tata cara salat istisqa tidak hanya dipahami sebagai rangkaian ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bahwa air merupakan kebutuhan penting yang harus dijaga.
Doa, istighfar, sedekah, dan salat istisqa dapat menjadi bagian dari ikhtiar batin. Sementara itu, menjaga sumber daya air dan lingkungan menjadi bagian dari ikhtiar lahir untuk menghadapi kemarau panjang.***
Editor : Dwi PuspitariniSumber : akurat.co