​Kemensos Tepis Isu Pengalihan Anggaran Bansos ke Program Makan Bergizi Gratis

Ilmidza • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 17:49 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf

KALTIMPOST.ID, Kementerian Sosial (Kemensos) menepis kabar yang menyebutkan bahwa alokasi bantuan sosial (bansos) dipangkas demi dialihkan ke program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penerapan sistem pemeringkatan desil.

​Tenaga Ahli Kemensos, Andy Kurniawan, menegaskan bahwa pemeringkatan desil dilakukan semata-mata untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima, bukan mengurangi alokasi anggaran.

​"Pemerintah menerapkan desil, selama ini kan dikira pemerintah menerapkan desil dalam rangka menekan bansos agar bansosnya dikurangi. Mau dipindah ke MBG, kira-kira begitu. Apakah benar? Tidak," tegas Andy Kurniawan dalam diskusi di Politeknik Statistika STIS, Jakarta Timur, Jumat (11/9/2026).

​Andy memastikan kuota penerima bansos reguler tetap dipertahankan, yakni PKH sebanyak 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), BPNT 18 juta KPM, dan PBI JKN 96 juta jiwa. Penataan hanya dilakukan dengan mengalihkan bantuan dari warga kelompok desil tinggi (desil 5–10) kepada warga miskin di desil 1–4.

​Pada triwulan ketiga tahun 2026 ini, seluruh penerima PKH dan sembako resmi difokuskan pada desil 1 hingga 4. Untuk mencegah guncangan ekonomi, pemerintah menerapkan transisi dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara bertahap setelah melakukan verifikasi faktual terhadap 12 juta KPM. Hasilnya, sekitar 4,33 juta KPM baru di kelompok desil 1–4 kini berhasil tersentuh bantuan pemerintah untuk pertama kalinya.

Editor : Ilmidza
desil 1-10 program mbg