KSAD Tegaskan 3 Korban Penembakan Jayawijaya Bukan Intelijen TNI

Ilmidza • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 19:10 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

KALTIMPOST.ID, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa tiga orang yang tewas dalam insiden penembakan di Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9) bukan anggota intelijen TNI.

Maruli memastikan ketiga korban merupakan warga sipil yang bekerja sebagai pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Pernyataan tersebut sekaligus membantah informasi yang menyebut para korban merupakan personel militer yang sedang menjalankan tugas intelijen.

Ia mengatakan, isu mengenai korban penembakan yang disebut sebagai tentara maupun intelijen bukan kali pertama muncul. Menurut Maruli, kelompok bersenjata di Papua kerap menyampaikan klaim serupa, terutama ketika terjadi serangan terhadap masyarakat sipil.

“Rekan-rekan media juga bisa melihat bahwa mereka adalah pekerja. Mereka berasal dari NTT dan masih muda. Mereka datang ke Papua untuk bekerja serta membantu masyarakat di daerah tersebut,” ujar Maruli ketika ditemui di Jakarta, Jumat (11/9).

Maruli menyayangkan adanya narasi yang mengaitkan korban dengan aktivitas intelijen. Ia menilai tudingan tersebut kembali muncul setelah serangan yang mengakibatkan tiga pekerja sipil kehilangan nyawa.

Ia pun meminta masyarakat tidak langsung mempercayai klaim tersebut dan dapat memeriksa latar belakang para korban. Berdasarkan informasi yang diterimanya, ketiga korban memang bekerja di bidang pertanian dan bukan bagian dari aparat intelijen.

Salah satu korban bahkan diketahui masih berusia 24 tahun dan baru memulai pekerjaannya di wilayah tersebut. Maruli menilai fakta itu menunjukkan bahwa korban merupakan pekerja muda yang berada di Papua untuk menjalankan tugas di sektor pertanian.

Sementara itu, proses pemulangan jenazah ketiga korban telah dilakukan secara bertahap sejak Kamis (10/9). Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, seluruh jenazah dijadwalkan tiba di daerah asal masing-masing pada Jumat (11/9).

Salah satu korban berinisial WB telah diberangkatkan menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jenazah tersebut diterbangkan dari Wamena dan terlebih dahulu transit di Sentani sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makassar.

Dari Makassar, jenazah kemudian diterbangkan ke Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kupang. Yusuf menyebut pesawat yang membawa jenazah diperkirakan tiba di Bandara El Tari sekitar pukul 07.00 waktu setempat.

Adapun dua korban lainnya masih berada di Jayawijaya. Keduanya dijadwalkan diberangkatkan menuju daerah asal masing-masing pada hari yang sama. Salah satu jenazah akan dipulangkan ke Maumere, NTT, sedangkan korban lainnya akan dibawa ke Toraja, Sulawesi Selatan.

Yusuf juga mengimbau masyarakat Jayawijaya untuk tetap menjaga situasi tetap aman dan tidak terpengaruh informasi yang dapat memicu keresahan. Kepolisian, kata dia, telah memperoleh informasi mengenai identitas serta ciri-ciri pihak yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.

Aparat saat ini masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Mereka akan diproses secara hukum untuk mempertanggungjawabkan tindakan yang menyebabkan tiga warga sipil meninggal dunia.

Editor : Ilmidza
Penembakan KKB