KALTIMPOST.ID, Tim SAR gabungan memperluas pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Memasuki hari keempat, area pencarian dibagi menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan luas sekitar 3.243 nautical mile (NM).
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan perluasan dilakukan berdasarkan evaluasi pencarian sebelumnya dan kondisi di lapangan. Tim mengerahkan berbagai kapal milik Basarnas, TNI AL, Polri, serta unsur SAR lainnya. Dua drone thermal juga digunakan untuk membantu mendeteksi keberadaan korban.
Cuaca di lokasi diperkirakan cerah hingga berawan dengan angin 10-20 knot dan gelombang setinggi 0,5-2,5 meter. Kondisi tersebut terus dipantau demi menjaga keselamatan personel selama operasi.
Kronologi Rombongan Hilang
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, menggunakan speedboat pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan.
Sekitar pukul 14.42 WIB, rombongan masih sempat mengirimkan lokasi kepada seorang rekan di Lampung. Namun, komunikasi terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Delapan orang yang berada dalam speedboat tersebut terdiri dari kapten kapal Warta (55), ABK Surakman (60), pemandu Heriyanto (49), serta lima jurnalis yakni M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal.
Hingga kini, seluruh korban masih dalam pencarian. Tim SAR akan terus mengevaluasi operasi untuk menentukan langkah berikutnya.
Sementara itu, Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) juga menggelar doa bersama untuk mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih dicari.
Editor : Ilmidza