Marketplace Bahan Baku MBG Siap Meluncur Akhir 2026

Ilmidza • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 20:26 WIB
Sudaryono, kepala BGN.
Sudaryono, kepala BGN.

KALTIMPOST.ID, Badan Gizi Nasional (BGN) sedang merancang marketplace khusus untuk menyokong pengadaan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG). Platform digital ini mengadaptasi skema Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah) milik Kemendikdasmen agar seluruh proses belanja bahan pangan dapat terpantau secara akuntabel.

​Kepala BGN Sudaryono menjelaskan bahwa digitalisasi ini bertujuan memperketat transparansi operasional. Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau riwayat transaksi, identitas pemasok, penetapan harga, hingga kewajiban perpajakan secara real-time.

​"Sehingga kita tahu nanti transaksinya jelas, perpajakannya jelas dan lain sebagainya," ujar Sudaryono melalui akun Instagram pribadinya.

Enam Komoditas Utama dan Target Peluncuran

​Sistem yang ditargetkan mulai beroperasi pada rentang akhir September hingga awal Oktober 2026 ini akan memprioritaskan enam komoditas pangan pokok pada tahap awal:

Mekanisme Pemasok Terverifikasi dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

​Untuk menjaga mutu dan keamanan pasokan, BGN menerapkan kriteria ketat melalui sistem verified seller yang bermitra dengan asosiasi resmi. Pembelian bahan baku tidak dilakukan secara bebas, melainkan wajib melalui penjual terverifikasi.

​"Nanti dari sisi marketplace-nya akan ke asosiasi. Jadi belinya itu adalah yang verified seller," tegas Sudaryono mengenai skema kemitraan tersebut.

​Selain transparansi, skema ini didesain untuk menghidupkan perekonomian daerah melalui kebijakan pemenuhan komoditas berbasis zonasi:

​Langkah ini menegaskan bahwa program MBG tidak sekadar berfokus pada perbaikan gizi nasional, tetapi juga menjadi instrumen pendorong perputaran ekonomi dan peningkatan indeks ekonomi di tingkat lokal.

Editor : Ilmidza
dapur MBG