KALTIMPOST.ID, Kementerian Koperasi menargetkan sebanyak 17.288 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah rampung secara fisik untuk mulai beroperasi penuh pada akhir September atau awal Oktober 2026.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta bahwa belasan ribu KDKMP tersebut telah dilengkapi fasilitas pendukung seperti gudang dan gerai. Berdasarkan data PT Agrinas, ribuan lokasi tersebut kini memasuki tahap verifikasi dan validasi (verval).
Saat ini, sebanyak 7.028 koperasi sedang menjalani proses verval yang melibatkan tim gabungan dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Setelah tahap verval, reviu oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serah terima bangunan, serta penempatan manajer selesai, KDKMP dapat langsung menjalankan operasional usahanya di bawah kepemilikan desa. Reviu BPKP juga menjadi landasan pembayaran pemerintah kepada bank-bank Himbara.
Ferry optimistis target percepatan operasional koperasi nasional dapat terealisasi sesuai arahan kepala negara.
“Sampai dengan tahun ini, sudah bisa, seperti yang ditargetkan oleh Bapak Presiden, bisa ke angka 30.000 koperasi (operasional),” kata Ferry.
Guna mendukung kelancaran operasional di lapangan, Kementerian Koperasi juga telah menyiapkan tenaga pengelola. Sebanyak 28.626 manajer telah direkrut dan tinggal menunggu penerbitan Peraturan Presiden tentang Tata Kelola KDKMP beserta Surat Keputusan (SK) pengangkatan resminya.
“Karena SK-nya sudah ada, langsung bisa ditempatkan oleh Agrinas ke 17.288 koperasi tersebut,” ujar Ferry pula.
Editor : Ilmidza