KALTIMPOST.ID, BMKG merilis peringatan dini cuaca untuk Jumat, 18 September 2026. Meskipun mayoritas wilayah Indonesia memasuki musim kemarau ekstrem, potensi hujan lebat hingga angin kencang diperkirakan masih muncul secara lokal di beberapa daerah.
Kondisi Iklim dan Kemarau Nasional
Laporan BMKG mencatat sekitar 81 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah dilanda kemarau yang diperkuat fenomena El Nino kategori sangat kuat. Anomali suhu muka laut (Nino 3.4) mencapai +2,76°C dan diprediksi bertahan hingga awal 2027.
Dampak kondisi kering ini meliputi:
- Hari Tanpa Hujan (HTH) Ekstrem: Sebanyak 1.637 titik—terutama di Indonesia bagian selatan—mengalami HTH lebih dari 60 hari berturut-turut.
- Lonjakan Suhu & Hotspot: Suhu udara maksimum melonjak di atas 36°C, dan satelit mendeteksi 627 titik panas (hotspot) yang mempertinggi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
- Angin Kencang: Penguatan Monsun Australia turut memicu angin kencang yang merusak bangunan serta menumbangkan pohon di sejumlah kawasan.
Meski begitu, fenomena dinamika atmosfer seperti Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan zona konvergensi angin tetap memicu pembentukan awan hujan di beberapa wilayah.
Prakiraan Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem (18 September 2026)
Hujan Sedang hingga Lebat:
Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.
Hujan Lebat hingga Sangat Lebat:
Sumatera Utara dan Jawa Barat.
Potensi Angin Kencang:
Bali, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
Imbauan Keselamatan dari BMKG
- Antisipasi Suhu Panas: Gunakan tabir surya (sunscreen) dan konsumsi cukup air saat beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah dehidrasi.
- Waspada Angin Kencang: Hati-hati terhadap potensi pohon tumbang, dahan patah, baliho roboh, serta kerusakan struktur bangunan.
- Cegah Karhutla & Hemat Air: Gunakan air secara bijak. Dilarang keras membakar sampah atau membuka lahan di area rawan seperti lahan gambut dan semak belukar. Segera laporkan jika melihat titik api.
- Potensi Bencana Hidrometeorologi: Waspadai potensi genangan, tanah longsor, dan sambaran petir akibat hujan lokal berintensitas tinggi.
Masyarakat diimbau memantau pembaruan informasi cuaca resmi secara berkala melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, atau akun media sosial @infobmkg.
Editor : Ilmidza