Profil Kolonel Fuad Hasan: Allah Dipercaya Jadi Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 19:56 WIB
Grafis istimewa
Grafis istimewa

KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan mungkin tak pernah membayangkan perjalanan kariernya akan membawanya pada posisi ini.

Saat pertama mengenakan pangkat letnan dua usai lulus Akademi Angkatan Laut (AAL) pada 2002, Indonesia memiliki kapal induk sebagai bagian dari armada TNI AL saja belum menjadi bayangan.

Kini, 24 tahun berselang, Fuad dipercaya menjadi calon komandan kapal induk pertama Indonesia. Ia dipersiapkan memimpin Giuseppe Garibaldi, kapal perang Italia yang dihibahkan kepada Indonesia dan segera berganti nama menjadi KRI Sriwijaya-100.

Baca Juga: Daftar Puluhan Jenderal Pol Dimutasi Kapolri Agustus 2026, Ini Jabatan Baru yang Diemban

Bagi Fuad, kepercayaan tersebut bukan sekadar penugasan baru. Ia menjadi bagian dari sejarah perjalanan TNI AL, sekaligus dipercaya memimpin kapal dengan karakter dan sistem yang berbeda dari kapal perang yang selama ini pernah dikomandaninya.

“Sangat tidak terbayangkan saya diberikan kepercayaan dan kehormatan dari Angkatan Laut untuk jadi calon pertama komandan kapal induk. Bagi saya ini luar biasa,” kata Fuad di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026).

Fuad merupakan lulusan AAL Angkatan ke-48 tahun 2002. Sepanjang kariernya, ia telah mendapat sejumlah penugasan di kapal perang TNI AL.

Di antaranya sebagai Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, dan KRI Raden Eddy Martadinata-331.

Sebelum dipercaya menjadi calon komandan Giuseppe Garibaldi, Fuad juga menjabat Komandan Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata (Danpuslatlekdalsen) Kodiklatal sejak April 2026.

Baca Juga: Rumor Xi Jinping Pingsan dan Stroke di India Viral, Pemerintah China Bungkam

Perjalanan menuju jabatan calon komandan kapal induk itu kini memasuki tahap penting. Fuad bersama 99 personel TNI AL lainnya mengikuti pelayaran Giuseppe Garibaldi dari Italia menuju Indonesia.

Mereka tidak hanya mengawal perjalanan kapal, tetapi sekaligus menjalani proses pengenalan dan transfer pengetahuan bersama sekitar 300 personel Angkatan Laut Italia melalui konsep joint crew.

Selama pelayaran, personel Indonesia ditempatkan di berbagai bagian kapal dan ikut menjalankan aktivitas operasional sehari-hari sesuai bidang masing-masing.

“Jadi tidak cuma kami belajar, tapi kami juga mengawaki kapal ini, menempati penjagaan, memasak, bekerja setiap hari sesuai bidang, departemen, dan divisinya masing-masing,” ujar Fuad.

Persiapan awak Indonesia dilakukan sekitar tiga bulan. Setelah menjalani pelatihan di Indonesia, mereka mengikuti proses familiarisasi di pangkalan Angkatan Laut Italia sebelum kapal berlayar menuju Indonesia.

Baca Juga: Jeritan Hati Istri Purbaya: "Emang Negara Kita Tidak Bisa Diperbaiki. Kebanyakan Orang Jahatnya"

Giuseppe Garibaldi dijadwalkan diserahterimakan kepada Indonesia pada 24 September 2026. Setelah itu, kapal tersebut akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya-100 dan Fuad dipersiapkan sebagai komandan pertamanya.

Bagi Fuad, perjalanan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam kariernya. Dari seorang letnan dua lulusan AAL, kini ia berada di garis depan penyiapan kapal induk pertama Indonesia.

“Sebentar lagi minggu depan kita akan diresmikan menjadi KRI Sriwijaya, dan ini adalah sejarah milestone yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia,” tuturnya.

Editor : Uways Alqadrie
Kolonel (P) Mochamad Fuad Hasan KRI Sriwijaya Kapal Induk Giuseppe Garibaldi tni angkatan laut Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto