Kawah Anak Krakatau Mirip Telur Ceplok, Ahli Ungkap Penyebab Warna Kuning dan Putih

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 19:17 WIB
Penampakan kawah Gunung Anak Krakatau yang terlihat menyerupai telur ceplok. Fenomena tersebut terjadi akibat interaksi air, gas vulkanik, sulfur, serta batuan dan mineral di lingkungan kawah. (FOTO: IST)
Penampakan kawah Gunung Anak Krakatau yang terlihat menyerupai telur ceplok. Fenomena tersebut terjadi akibat interaksi air, gas vulkanik, sulfur, serta batuan dan mineral di lingkungan kawah. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Penampakan kawah Gunung Anak Krakatau yang terlihat menyerupai telur ceplok menarik perhatian setelah videonya beredar luas di media sosial. Bentuk tersebut terlihat dari perpaduan warna kuning dan putih di bagian kawah.

Fenomena itu bukan merupakan bentuk kawah yang aneh. Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan tampilan tersebut berkaitan dengan proses geokimia yang berlangsung secara alami di kawasan gunung api aktif.

Menurut Daryono, terdapat genangan air di bagian dasar kawah. Air tersebut kemudian berinteraksi dengan gas vulkanik, terutama senyawa sulfur atau belerang, serta batuan dan mineral yang mengalami perubahan akibat aktivitas hidrotermal.

Baca Juga: Hiu Paus Raksasa 9,17 Meter Mati Terdampar di Wakatobi, Evakuasi Terkendala Air Dangkal

Interaksi tersebut menghasilkan perbedaan warna yang cukup mencolok. Bagian berwarna kuning berkaitan dengan sulfur dan material mineral yang terbentuk maupun terlarut akibat aktivitas vulkanik.

Sementara itu, warna putih di sekitar genangan berasal dari batuan dan mineral yang mengalami alterasi akibat kontak dengan fluida serta gas bersuhu tinggi.

Jika dilihat dari udara, perpaduan warna tersebut membuat kawah Anak Krakatau tampak seperti telur ceplok. Bagian genangan menyerupai kuning telur, sedangkan material berwarna putih di sekelilingnya memberikan kesan seperti putih telur.

Daryono menyebut kondisi tersebut sebagai bagian dari proses acid-sulfate alteration, yakni perubahan mineral dan batuan akibat interaksi fluida, air, serta gas vulkanik yang mengandung senyawa asam.

Baca Juga: Aturan Baru Kemenag 2026: Santri dan Guru Tak Boleh Bebas Gunakan HP di Pesantren

Fenomena tersebut dapat berubah seiring aktivitas gunung api. Setelah terjadi erupsi, sistem hidrotermal dan suplai gas di dalam kawah dapat mengalami perubahan sehingga bentuk, warna, maupun kondisi genangan kawah ikut berubah.

Editor : Uways Alqadrie
erupsi Gunung Anak Krakatau kawah gunung Anak Krakatau gunung Anak Krakatau meletus penyebab erupsi gunung Anak Krakatau bmkg