Di Depan Prabowo, Pimpinan Gontor KH Hasan Abdullah Singgung gung Cari Ijazah hingga Jabatan

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 19:40 WIB
KH Hasan Abdullah Sahal
KH Hasan Abdullah Sahal

KALTIMPOST.ID, PONOROGO – Pidato Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), KH Hasan Abdullah Sahal, dalam peringatan satu abad Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026), mencuri perhatian.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan ribuan tamu, Kiai Hasan menyampaikan sejumlah guyonan yang diselipkan dalam pidatonya. Salah satunya berkaitan dengan istilah “cari muka” yang kemudian dikaitkan dengan berbagai fenomena di tengah masyarakat. 

Kiai Hasan sebelumnya mengungkapkan rasa lega setelah Prabowo memastikan kehadirannya dalam acara satu abad Gontor. Ia kemudian menggunakan istilah “cari muka” sebagai bagian dari candaan dalam sambutannya.

Baca Juga: Kawah Anak Krakatau Mirip Telur Ceplok, Ahli Ungkap Penyebab Warna Kuning dan Putih

Candaan tersebut kemudian berkembang menjadi sindiran sosial. Ia menyebut sejumlah contoh orang yang berusaha mencari sesuatu yang dianggap belum dimilikinya, termasuk ijazah, nama, uang, jabatan, hingga muka.

Pernyataan tersebut disampaikan tanpa menyebut nama atau menunjuk secara spesifik kepada pejabat maupun tokoh tertentu. 

Selain menyelipkan humor, Kiai Hasan menegaskan posisi Gontor yang tetap memilih pendidikan sebagai jalan pengabdian kepada bangsa. Pernyataan itu disampaikan dalam momentum peringatan 100 tahun perjalanan PMDG.

Presiden Prabowo hadir dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Kampus Pusat Gontor, Ponorogo. Kehadiran Presiden menjadi bagian dari puncak rangkaian peringatan satu abad pondok pesantren tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Gontor juga menyerahkan buku Gontor untuk Indonesia dan Mushaf Gontor kepada Prabowo. Mushaf tersebut dikerjakan oleh santri dan guru Gontor sebagai salah satu bagian dari legasi peringatan satu abad. 

Baca Juga: Aturan Baru Kemenag 2026: Santri dan Guru Tak Boleh Bebas Gunakan HP di Pesantren

Prabowo kemudian menandatangani dua prasasti, yakni peresmian renovasi Aula BPPM dan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.

Peringatan satu abad Gontor berlangsung pada 18–20 September 2026. Momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan pendidikan Gontor sekaligus memasuki abad kedua pengabdiannya. 

Editor : Uways Alqadrie
KH Hasan Abdullah Sahal pimpinan pondok pesantren Gontor pondok pesantren Gontor satu abad Gontor Presiden Prabowo