KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi yang akan menjadi KRI Sriwijaya bakal menjalani sejumlah pembenahan setelah resmi menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut.
PT PAL Indonesia bersama perusahaan galangan kapal Italia, Fincantieri, disiapkan untuk menangani proses modernisasi atau refurbishment kapal tersebut.
Salah satu aspek yang masuk dalam kajian adalah sistem penggerak kapal. Namun, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menegaskan, opsi penggantian mesin belum menjadi keputusan final.
Baca Juga: Hakim MK Heran! Tiket Pesawat Mahal, Delay 4 Jam Hanya Dibayar Rp300 Ribu
Pembahasan tersebut lebih diarahkan pada kebutuhan jangka panjang kapal, termasuk sistem powering yang nantinya harus menyesuaikan dengan kebutuhan operasional TNI AL.
"Yang perlu diperbaiki salah satunya terkait sistem powering-nya. Tetapi ini bukan perbaikan dalam waktu dekat, melainkan untuk jangka panjang," ujar Kaharuddin di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026).
Kondisi Kapal Dinilai Baik
Kaharuddin menyebut kondisi Garibaldi saat ini cukup baik. Kapal tersebut bahkan dinilai dapat dioptimalkan untuk mendukung Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Kementerian Pertahanan sebelumnya juga menyatakan hasil peninjauan menunjukkan kondisi fisik dan sistem kapal berada dalam kondisi baik. Kapal tersebut antara lain dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanggulangan bencana serta distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau.
Karena itu, pembenahan yang dilakukan PT PAL nantinya tidak semata-mata menyangkut perbaikan fisik. Modernisasi juga diarahkan untuk menyesuaikan berbagai sistem kapal dengan kebutuhan operasi TNI AL.
Kapal tersebut juga akan mendapatkan penyesuaian perlengkapan pertahanan. PT PAL mendapat penugasan untuk mendukung proses peningkatan kemampuan kapal setelah masuk ke Indonesia.
PT PAL Siapkan Teknologi Kapal
Di sisi lain, Kaharuddin mengungkapkan PT PAL telah memiliki rancangan untuk membangun berbagai jenis kapal perang.
Menurut dia, kemampuan tersebut mencakup desain kapal induk, kapal perusak, hingga kapal selam. Dengan demikian, apabila pemerintah memberikan penugasan pembangunan kapal tertentu, perusahaan pelat merah tersebut telah memiliki dasar desain untuk dikembangkan.
Baca Juga: Profil Kolonel Fuad Hasan: Allah Dipercaya Jadi Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia
PT PAL sendiri saat ini terus memperkuat kemampuan teknologi dan produksi kapal, termasuk pengembangan kapal selam serta sistem pertahanan bawah laut.
Sementara itu, proses perubahan status Garibaldi menjadi bagian dari TNI AL dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026. Pada momentum tersebut, kapal direncanakan resmi menggunakan nama KRI Sriwijaya dan bendera Indonesia.
KRI Sriwijaya kemudian akan menjalani berbagai proses penyesuaian agar kemampuan kapal sesuai dengan kebutuhan dan doktrin operasi TNI AL.
Editor : Uways Alqadrie