KALTIMPOST.ID, Doa dan ritual Talmud berlangsung di halaman kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, pada Minggu (20/9/2026), ketika umat Yahudi bersiap memasuki Yom Kippur.
Ratusan warga Israel dilaporkan masuk ke kawasan tersebut dengan pengawalan polisi Israel.
Kantor Media Kegubernuran Yerusalem pada awalnya melaporkan sekitar 100 warga Israel memasuki kompleks Al-Aqsa pada Minggu pagi.
Dalam perkembangan berikutnya, jumlah yang tercatat mencapai sekitar 570 orang hingga pukul 10.00 waktu setempat. Perbedaan angka tersebut berkaitan dengan waktu pencatatan yang berbeda.
Aktivitas di dalam kompleks mencakup doa keagamaan Yahudi dan gerakan sujud sebagai bagian dari ritual menjelang Yom Kippur.
Menurut laporan Anadolu, ritual tersebut dilakukan oleh kelompok warga Israel yang berada di bawah pengawalan aparat keamanan.
Yom Kippur sendiri dimulai pada Minggu malam dan berlangsung hingga Senin malam.
Peristiwa tersebut berlangsung setelah serangkaian aktivitas keagamaan dan kunjungan pejabat Israel di kawasan Kota Tua Yerusalem.
Pada Sabtu (19/9), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama istrinya, Sara, menghadiri doa Selichot di Tembok Barat sebelum mengunjungi terowongan di bawah kawasan Kota Tua.
Beberapa hari sebelumnya, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir juga dilaporkan mengunjungi kompleks Al-Aqsa bersama kelompok warga Israel.
Aktivitas ritual Yahudi di dalam kompleks Al-Aqsa menjadi persoalan sensitif karena berkaitan dengan status quo yang berlaku di tempat suci tersebut.
Pihak Palestina menilai peningkatan kunjungan dan pelaksanaan ritual Yahudi di dalam kompleks berpotensi mengubah pengaturan yang selama ini berlaku.
Kegubernuran Yerusalem menyebut aktivitas semacam itu meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama menjelang hari-hari besar Yahudi.
Rangkaian kejadian tersebut membuat Al-Aqsa kembali menjadi titik perhatian di Yerusalem Timur, terutama karena berlangsung bersamaan dengan perayaan Yom Kippur dan meningkatnya aktivitas keagamaan di kawasan Kota Tua.
Persoalan mengenai akses, ritual, serta pengaturan tempat suci itu pun kembali menjadi bagian dari ketegangan yang lebih luas dalam konflik Israel-Palestina. (*)
Editor : Almasrifah