Kondisi Terkini Solok Usai Banjir Bandang: 1 Meninggal, 1 Hilang, 4 Luka dan 100 Rumah Terdampak

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 12:31 WIB
Grafis istimewa
Grafis istimewa

KALTIMPOST.ID, SOLOK – Banjir bandang atau galodo menerjang Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Sumatra Barat, Senin (21/9/2026) malam.

Bencana tersebut diduga dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Solok setelah sebelumnya mengalami periode kering cukup panjang. Kondisi itu membuat kawasan hulu dan daerah tangkapan air menghadapi perubahan cuaca secara ekstrem dalam waktu singkat.

Peneliti Iklim BMKG Stasiun Klimatologi Sumatra Barat di Sicincin, Rizky Armei Saputra, mengatakan kondisi cuaca sebelum kejadian menunjukkan adanya perubahan dari periode kering menuju hujan lebat.

Baca Juga: Isu Dedi Mulyadi-Gibran di Pilpres 2029 Mencuat, Begini Respons Gubernur Jabar

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menganalisis penyebab galodo di Arosuka.

Hujan Mencapai 20,8 Milimeter Per Jam

Data Automatic Rain Gauge (ARG) Solok menunjukkan perubahan curah hujan yang cukup tajam beberapa hari sebelum bencana.

Pada 19 September, curah hujan tercatat hanya 2,2 milimeter (mm). Sehari kemudian, angka tersebut meningkat menjadi 48,4 mm.

Curah hujan kemudian turun drastis pada 21 September dengan catatan hanya 0,2 mm. Namun, pada saat galodo terjadi, hujan kembali meningkat hingga mencapai 30,4 mm.

BMKG menilai intensitas hujan dalam hitungan jam menjadi salah satu faktor penting dalam melihat potensi bencana hidrometeorologi. Pada pukul 19.00 hingga 20.00 WIB, ketika galodo terjadi, curah hujan tercatat mencapai 20,8 mm dalam satu jam.

Angka tersebut masuk kategori hujan sangat lebat. BMKG mengelompokkan curah hujan dengan intensitas 20-50 mm per jam sebagai hujan sangat lebat.

Rizky menjelaskan, kondisi tersebut menjadi semakin berisiko karena hujan lebat turun setelah wilayah Solok melewati periode kering yang cukup panjang.

Kondisi Lahan Ikut Memengaruhi

Faktor cuaca bukan satu-satunya penyebab yang diperhatikan dalam kejadian tersebut. Kondisi tanah setelah mengalami periode kering juga dinilai dapat memperburuk situasi ketika hujan dengan intensitas tinggi turun dalam waktu singkat.

Air hujan yang masuk ke tanah dalam jumlah besar membuat kondisi tanah menjadi jenuh. Di sisi lain, keberadaan area terbuka di kawasan tangkapan air disebut turut memengaruhi daya dukung lahan.

Baca Juga: Termasuk Kaltim! BMKG Ungkap Musim Hujan di Indonesia, Puncaknya Desember hingga Februari 2027

Berdasarkan laporan Polres Solok, material galodo berasal dari kawasan hulu Sungai Batang Laso.

Longsoran dari kawasan perbukitan di sekitar aliran sungai membawa campuran material berupa pasir, batu, lumpur, dan air. Material tersebut kemudian bergerak menuju kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.

Arus material bahkan meluas hingga Jalan Raya Solok-Padang. Kondisi itu menyebabkan akses jalan utama terputus sehingga kendaraan harus dialihkan melalui jalur alternatif.

Sejumlah Kantor Pemerintah Tertimbun Lumpur

Dampak galodo cukup besar. Sejumlah bangunan pemerintahan di Kompleks Perkantoran Pemkab Solok terdampak material lumpur dan material longsoran.

Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) dilaporkan menjadi dua bangunan yang mengalami dampak paling berat.

Selain kedua kantor tersebut, material lumpur juga menerjang sejumlah fasilitas pemerintahan lainnya.

Bangunan DPRD, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapelitbang), serta Dinas Kesehatan turut terdampak.

Ketebalan lumpur yang menutupi sejumlah kawasan dilaporkan berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter.

Satu jembatan utama yang menjadi penghubung di kawasan Arosuka juga tertimbun material galodo sehingga tidak dapat dilalui.

Empat Orang Luka, Puluhan Warga Mengungsi

Bencana tersebut juga menyebabkan sejumlah warga menjadi korban. Sebanyak empat orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Dari jumlah tersebut, tiga korban mengalami luka ringan. Sementara satu korban lainnya, Muhammad Nur Zen, mengalami luka berat dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Semen Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Kenapa Uang Rupiah Tanda Tangan Purbaya Diburu? BI Tegaskan Tetap Sah Digunakan

Selain korban luka, sekitar 50 warga terpaksa mengungsi setelah galodo menerjang kawasan tersebut.

Para pengungsi ditempatkan di sejumlah lokasi, yakni Markas Polres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Golkar.

Tiga Alat Berat Dikerahkan

Proses pembersihan material galodo langsung dilakukan petugas untuk membuka akses serta mempercepat pemulihan kawasan yang terdampak.

Sebanyak tiga alat berat dikerahkan dalam proses tersebut. Peralatan yang digunakan terdiri atas ekskavator, wheel loader, dan buldoser.

Alat berat digunakan untuk menyingkirkan material lumpur, pasir, batu, serta material longsoran yang menutup kawasan perkantoran dan sejumlah akses jalan.

Sumbar Masuk Status Siaga Hujan Lebat

BMKG pada 22 September 2026 menetapkan status Siaga untuk wilayah Sumatra Barat terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat dalam tiga hari ke depan.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di kawasan perbukitan dan sekitar daerah aliran sungai.

Wilayah dengan kondisi lereng yang rawan longsor serta kawasan yang berpotensi mengalami peningkatan debit sungai dinilai perlu mendapat perhatian lebih.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mengikuti informasi dan peringatan cuaca terbaru sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya banjir bandang maupun longsor susulan.

Baca Juga: 8 Ciri Penipuan WhatsApp yang Wajib Diwaspadai, Begini Cara Melaporkan Nomor Penipu

Sementara itu, proses penanganan dampak galodo di Arosuka terus dilakukan, termasuk pembersihan material dan pemulihan akses yang terdampak bencana.

Editor : Uways Alqadrie
banjir bandang Solok korban banjir bandang Solok Pemprov Sumatera Barat kabupaten Solok Bupati Solok