KALTIMPOST.ID,SERANG–Teka-teki identitas jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terkuak. Tim forensik memastikan hasil tes DNA jasad tersebut identik dengan salah satu kru kapal pengangkut rombongan jurnalis yang hilang saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Dokter Forensik RS Bhayangkara Banten, Donald Rinaldi Kusumaningrat, membenarkan selesainya proses identifikasi berbasis genetik tersebut.
Baca Juga: Sedih! Setelah 10 Hari Tanpa Hasil, Operasi SAR 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Resmi Ditutup
"Sudah, informasi begitu," kata Donald saat dikonfirmasi, Rabu (23/9).
Meski begitu, Donald belum membeberkan detail nama maupun identitas spesifik dari jasad yang teridentifikasi tersebut. Detail lengkap mengenai hasil temuan ini rencananya disampaikan resmi melalui konferensi pers.
Sebelumnya, insiden hilangnya rombongan terjadi pada 7 September lalu. Kapal yang mengangkut lima jurnalis dan tiga kru dilaporkan hilang kontak saat mengarungi Selat Sunda menuju Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan Tim SAR Kamis 17 September 2026
Beberapa hari kemudian, tepatnya Sabtu (12/9), sesosok jasad ditemukan mengapung di perairan Pulau Enggano. Tim gabungan langsung mengevakuasi jasad tersebut ke RS Bhayangkara untuk pengambilan sampel dan pencocokan DNA.
Sementara itu, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan korban resmi dihentikan. Berikut daftar delapan orang yang dilaporkan hilang dalam insiden tersebut:
-
M Bagus Khoirunnas (ANTARA)
-
Ari Basuki (Merdeka.com)
-
Yudistiro Pranoto (iNews)
-
Firman Daus (Anadolu Agency)
-
Donal Husni (Jurnalis lepas)
-
Warta (Kapten kapal)
-
Surakhman (ABK)
-
Heriyanto Pemandu (*)