KALTIMPOST.ID - Survei Poltracking PSI mencatat elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berada di angka 2,3 persen. Menanggapi hasil tersebut, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut angka itu dapat menjadi bahan informasi bagi partainya.
Survei Poltracking PSI tersebut merupakan bagian dari pemetaan elektabilitas partai politik yang dilakukan pada 14-20 Agustus 2026. Poltracking Indonesia melakukan survei secara tatap muka terhadap 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi.
Dalam survei Poltracking PSI, angka 2,3 persen menempatkan PSI di bawah PAN yang memperoleh 3,4 persen dan PKS 3,3 persen. PSI masih berada di atas PPP yang tercatat 1,9 persen.
Baca Juga: Link Download Logo Hari Santri 2026, Ada Pesan Khusus di Balik Desainnya
Bestari mengatakan hasil tersebut bukan sesuatu yang sepenuhnya baru dalam dinamika politik. Menurut dia, sejumlah partai yang kini berada di parlemen juga pernah memperoleh angka survei yang rendah pada masa sebelumnya.
"Ya 2,3 persen banyak dialami oleh bahkan partai-partai parlemen pada masa-masa yang lalu itu ya kan, sehingga ini sebagai informasi lah ya bagi kami," kata Bestari saat dihubungi, Rabu (23/9), seperti dilansir dari CNN, Kamis (24/9).
PSI Sebut Hasil Survei Bisa Berbeda
Bestari juga menyinggung komunikasi yang dilakukannya dengan Dewan Pembina PSI sekaligus Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ia mengatakan Jokowi menerima informasi elektabilitas dari sejumlah lembaga survei, sehingga hasil yang diperoleh tidak selalu sama.
"Walaupun sebetulnya dari beberapa pertemuan saya dengan Pak Jokowi, Pak Jokowi itu mendapat update dari banyak survei dan hasilnya memang macam-macam," ujarnya.
Bagi PSI, survei elektabilitas partai menjadi salah satu masukan untuk melihat kondisi politik. Bestari menilai perbedaan metode yang digunakan setiap lembaga survei dapat menghasilkan angka yang berbeda.
"Kita punya ukuran-ukuran yang kita lakukan sendiri yang mungkin mohon maaf belum dapat kami publish gitu ya yang kami yakini bahwa apa yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei memang punya metode yang berbeda sehingga pada hari ini gitu kami anggap sebagai masukan gitu," katanya.
Bestari Barus Tetap Optimistis
Meski elektabilitas PSI dalam survei Poltracking berada di angka 2,3 persen, Bestari menyatakan partainya tetap optimistis menghadapi perkembangan politik ke depan.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan angka tersebut meningkat pada periode berikutnya, Bestari menegaskan bahwa PSI masih memiliki keyakinan terhadap prospek partainya.
"Kalau ditanya tentang optimisme, sampai hari ini kami optimis," ucap Bestari.
Hasil Survei Poltracking
Dalam survei Poltracking Indonesia, Gerindra tercatat memiliki elektabilitas tertinggi dengan 23,2 persen. PDI Perjuangan berada di angka 11,6 persen, sedangkan Golkar memperoleh 10,4 persen.
PKB memperoleh 6,2 persen dan Partai Demokrat 6,1 persen. Setelah itu, NasDem mencatat 4,4 persen, PAN 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, serta PPP 1,9 persen.
Survei tersebut menggunakan wawancara tatap muka dengan 1.220 responden di 38 provinsi. Poltracking menyebut survei menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil itu merupakan gambaran preferensi publik pada periode pengambilan data 14-20 Agustus 2026. Karena itu, angka elektabilitas tersebut menggambarkan kondisi pada periode survei, bukan hasil pemilu.***
Editor : Dwi Puspitarini