KALTIMPOST.ID - Survei Poltracking terbaru menempatkan Partai Gerindra di posisi teratas dalam elektabilitas partai politik. Namun, hasil tersebut tidak membuat partai besutan Prabowo Subianto ingin larut dalam perayaan.
Juru Bicara DPP Partai Gerindra Sugiat Santoso mengatakan survei Poltracking harus dipandang sebagai gambaran kepercayaan masyarakat pada satu momentum. Menurutnya, hasil tersebut justru menjadi pengingat bagi kader untuk terus bekerja di tengah masyarakat.
"Kami menyadari bahwa tingkat elektabilitas dapat berubah seiring dengan dinamika dan persepsi masyarakat. Karena itu, yang paling penting bagi Gerindra adalah terus menjaga kepercayaan tersebut," kata Sugiat saat dihubungi, Rabu (23/9/2026), dilansir dari CNN, Kamis (24/9).
Sikap tersebut disampaikan setelah survei Poltracking menunjukkan elektabilitas Gerindra mencapai 23,2 persen. Angka itu menempatkan Gerindra di posisi pertama, disusul PDI Perjuangan (PDIP) dengan 11,6 persen.
Baca Juga: KPU Sebut Gugatan Syarat Cawapres Gibran di Mahkamah Konstitusi Telat 905 Hari
Gerindra Tak Ingin Terlena Hasil Survei Poltracking
Hasil survei Poltracking menjadi perhatian karena jarak elektabilitas Gerindra dengan PDIP mencapai 11,6 poin persentase. Meski demikian, Sugiat menegaskan bahwa hasil jajak pendapat tidak boleh dijadikan alasan bagi kader untuk berpuas diri.
Menurut Sugiat, survei Poltracking hanya menggambarkan kondisi pada saat pengambilan data. Sementara itu, kepercayaan masyarakat harus dijaga secara konsisten melalui kerja partai.
"Survei adalah potret pada satu momentum. Sementara bagi kami, kepercayaan rakyat adalah amanah yang harus dijaga setiap hari," katanya.
Sugiat menyambut positif hasil survei Poltracking tersebut. Namun, ia meminta seluruh kader Gerindra menjadikan hasil itu sebagai dorongan untuk semakin aktif hadir dan bekerja di tengah masyarakat.
"Kami tidak ingin menjadikan hasil survei sebagai alasan untuk berpuas diri. Justru ini menjadi pengingat bagi seluruh kader agar terus bekerja, hadir di tengah masyarakat," katanya.
Baca Juga: Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo dan dr Tifa? Ini yang Ditunggu
Hasil Survei Poltracking di 10 Besar Partai
Berdasarkan survei Poltracking, Gerindra memperoleh elektabilitas 23,2 persen. PDIP berada di posisi berikutnya dengan 11,6 persen, sedangkan Golkar mencatat 10,4 persen.
PKB berada di angka 6,2 persen, disusul Partai Demokrat 6,1 persen. NasDem memperoleh 4,4 persen, PAN 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, dan PPP 1,9 persen.
Dalam rilisnya, Poltracking menyebut survei nasional tersebut dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 14–20 Agustus 2026. Survei melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi, dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Poltracking juga mengingatkan bahwa temuan tersebut merupakan potret kondisi pada saat survei dilakukan. Persepsi publik masih dapat berubah mengikuti perkembangan isu dan langkah strategis yang diambil masing-masing partai politik.
Baca Juga: Survei Poltracking Catat Elektabilitas PSI Cuma 2,3 Persen, Bestari Barus Sebut Hal Lumrah
Pesan Gerindra Setelah Survei Poltracking
Bagi Gerindra, posisi teratas dalam survei Poltracking tidak hanya dipandang sebagai pencapaian elektabilitas. Sugiat menekankan pentingnya mempertahankan kepercayaan masyarakat melalui aktivitas dan kerja nyata.
Sikap itu sekaligus menunjukkan bahwa Gerindra memilih tidak menjadikan hasil survei sebagai ukuran akhir. Partai tersebut menyatakan akan tetap memperhatikan dinamika masyarakat yang dapat memengaruhi tingkat elektabilitas dari waktu ke waktu.***
Editor : Dwi Puspitarini