KALTIMPOST.ID - Kisah nenek penjual telur asin Jember menjadi perhatian setelah perempuan lanjut usia tersebut mengalami kejadian tidak menyenangkan saat berjualan di Jalan Sriwijaya, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Nenek penjual telur asin Jember itu diketahui setiap hari menawarkan telur asin dan rambak kepada pengguna jalan. Ia berjualan seorang diri dan disebut biasa datang ke lokasi dengan berjalan kaki dari rumahnya.
Keseharian nenek penjual telur asin Jember tersebut semakin menjadi sorotan setelah warga mengetahui dirinya menerima uang mainan dari seorang pembeli. Uang tersebut terdiri dari pecahan Rp50.000 dan Rp5.000.
Baca Juga: Andre Taulany Nikahi Amanda Rigby, Sule Buka Suara soal Tabiat sang Sahabat
Sehari-hari Berjualan dengan Berjalan Kaki
Di balik kejadian yang kemudian viral di media sosial, warga justru banyak menyoroti kehidupan sehari-hari sang nenek. Perempuan berusia 80 tahun itu tetap berjualan meski harus berjalan kaki dari rumah menuju lokasi dagangannya.
Ia biasanya berjualan telur asin dan rambak di sekitar Jalan Sriwijaya. Dagangan yang dijualnya menjadi salah satu sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melis, pedagang es kekinian yang berjualan tidak jauh dari lokasi, membenarkan bahwa sang nenek memang rutin berjualan di kawasan tersebut.
"Mbahnya memang setiap hari jualan di situ. Beliau jualan dibayar pakai uang mainan, astagfirullahaladzim yah kok tega," ujar Melis, dilansir dari iNews, Kamis (24/9/2026).
Menurut Melis, sang nenek tidak memiliki banyak dagangan. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti berusaha mencari penghasilan.
Peristiwa itu bermula ketika seorang perempuan datang menggunakan sepeda motor untuk membeli beberapa telur asin dan rambak. Saat bertransaksi, perempuan tersebut diketahui mengenakan sepatu dan kacamata.
Baca Juga: Gaza Bakal Direkonstruksi, Board of Peace Gelontorkan Rp43 Triliun untuk 66 Proyek
Pembeli kemudian menyerahkan uang pecahan Rp50.000 dan Rp5.000 kepada sang nenek. Transaksi berlangsung seperti jual beli pada umumnya.
Belakangan, warga yang berada di sekitar lokasi melihat uang yang masih digenggam oleh sang nenek. Setelah diperiksa, uang tersebut ternyata merupakan uang mainan.
Sang nenek kemudian mengaku bahwa uang tersebut diberikan oleh pembeli dagangannya.
Kejadian tersebut membuat sejumlah pengguna jalan yang mengetahuinya berhenti untuk melihat kondisi sang nenek. Video mengenai kejadian itu kemudian beredar di media sosial dan mengundang keprihatinan.
Dalam video yang beredar, sang nenek terlihat sedih setelah mengetahui uang yang diterimanya bukan uang asli.
Perhatian warga tidak hanya tertuju pada kerugian yang dialami sang nenek, tetapi juga pada perjuangannya mencari nafkah di usia lanjut.
Melis mengatakan hasil penjualan sang nenek memang tidak seberapa. Meski begitu, ia tetap rutin datang untuk berjualan.
"Kasihan kalau sepengetahuan saya dia jualan sendiri. Dia jualan telur, setiap hari lewat dengan berjalan kaki," katanya.
Baca Juga: KPU Sebut Gugatan Syarat Cawapres Gibran di Mahkamah Konstitusi Telat 905 Hari
Warga Berharap Tak Terulang
Kejadian yang dialami nenek penjual telur asin Jember tersebut membuat warga berharap para pedagang lanjut usia yang berjualan seorang diri mendapat perhatian lebih dari orang-orang di sekitarnya.
Warga juga berharap kejadian serupa tidak kembali dialami pedagang lansia yang mengandalkan hasil berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah keterbatasannya, sang nenek tetap menjalani aktivitas berjualan telur asin dan rambak. Kisah tersebut kemudian menjadi perhatian setelah warga mengetahui kejadian yang dialaminya saat melayani pembeli.***
Editor : Dwi Puspitarini