BMKG Rilis Peringatan Dini 25-26 September 2026, Sumut & Papua Tengah Masuk Siaga

Ilmidza • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 17:09 WIB
Ilustrasi hujan. Prakiraan cuaca BMKG.
Ilustrasi hujan. Prakiraan cuaca BMKG.

KALTIMPOST.ID, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrim untuk sejumlah wilayah di Indonesia yang berlaku pada 25–26 September 2026. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat terpantau masih mengintai berbagai daerah, disertai ancaman angin kencang di sejumlah titik.

​Dalam rilis resminya, terpantau ada perubahan status kerawanan yang terjadi pada beberapa wilayah dalam rentang waktu dua hari tersebut. Kendati demikian, BMKG memastikan tidak ada satu pun wilayah di Indonesia yang masuk dalam kategori Awas selama periode ini.

​Perubahan Status Siaga: Sumut dan Papua Tengah

​Pada hari pertama, Jumat (25/9/2026), dua wilayah ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat, yakni Sumatera Utara dan Bengkulu.

​Namun, dinamika atmosfer membuat peta kerawanan bergeser keesokan harinya, Sabtu (26/9/2026). Status Bengkulu terpantau turun ke kategori Waspada. Sebaliknya, Papua Tengah mengalami eskalasi signifikan—naik dari status Waspada menjadi Siaga—untuk mendampingi Sumatera Utara yang tetap bertahan di kategori siaga.

​Daftar Wilayah Waspada Hujan Lebat (25 September 2026)

​Selain wilayah Siaga, BMKG menetapkan status Waspada bagi sejumlah provinsi lain yang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, meliputi:

​Waspada Ancaman Angin Kencang

​Selain ancaman curah hujan tinggi, masyarakat yang berada di luar wilayah di atas juga diminta meningkatkan kewaspadaan. BMKG mencatat adanya potensi angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan di enam wilayah berikut:

  1. ​Jawa Timur
  2. ​Nusa Tenggara Barat (NTB)
  3. ​Nusa Tenggara Timur (NTT)
  4. ​Sulawesi Selatan
  5. ​Maluku
  6. ​Papua Selatan

​Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan info cuaca terkini melalui saluran resmi BMKG guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat perubahan cuaca yang dinamis ini.

Editor : Ilmidza
prakiraan cuaca