Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Ungkapan Keluarga saat Almarhum Kritis Kembali Disorot

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 07:48 WIB
Foto kenangan seniman besar Guruh Soekarnoputra semasa hidup. Sosok yang akrab disapa Mas Guruh ini dikabarkan meninggal dunia pada usia 73 tahun di RS Siloam Semanggi, Jakarta.
Foto kenangan seniman besar Guruh Soekarnoputra semasa hidup. Sosok yang akrab disapa Mas Guruh ini dikabarkan meninggal dunia pada usia 73 tahun di RS Siloam Semanggi, Jakarta.

 

KALTIMPOST.ID - Dunia seni dan panggung politik Tanah Air diselimuti duka mendalam. Seniman besar sekaligus politikus, Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB.

Putra bungsu Proklamator RI Soekarno tersebut mengembuskan napas terakhirnya di usia 73 tahun saat menjalani perawatan di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Kabar duka mengenai berpulangnya Guruh Soekarnoputra disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, melalui keterangan resminya. Kepergian sang budayawan menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga besar partai maupun masyarakat luas.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak MOHAMMAD GURUH IRIANTO SUKARNOPUTRA BIN SUKARNO pada usia 73 Tahun," kata Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/9/2026).

Sebelum mengembuskan napas terakhir, kabar duka Guruh Soekarnoputra sempat menyita perhatian publik setelah kondisi kesehatannya dikabarkan menurun drastis. Ia sempat tak sadarkan diri dan harus mendapatkan penanganan ekstra ketat dari tim medis di rumah sakit.

Pihak keluarga membeberkan bahwa sebelum dipindahkan ke Siloam Semanggi, seniman Guruh Soekarnoputra juga sempat menjalani perawatan selama kurang lebih empat pekan di RS Medistra. Selama masa perawatan tersebut, tim dokter terus memantau perkembangannya secara intensif.

Mengenai penyebab Guruh Soekarnoputra meninggal seperti yang dilansir dari viva.co.id, pihak keluarga hingga saat ini masih enggan membeberkan diagnosis medis almarhum secara mendalam kepada publik.

Keponakan almarhum, Didi Mahardika, sempat mengungkapkan bahwa keluarga meminta ruang privasi selama masa perawatan sang paman.

"Sejauh ini ada permintaan dari pihak keluarga untuk tidak terlebih dahulu memberikan informasi terkait sakitnya apa, namun demikian, kondisi om Guruh sendiri saat ini sedang tidak baik," kata Didi Mahardika, dikutip Jumat (25/9/2026).

Kondisi kesehatan almarhum semasa kritis juga sempat menyita perhatian Presiden Prabowo Subianto. Menurut Didi, Presiden memberikan perhatian khusus dan meminta agar almarhum mendapatkan penanganan medis terbaik selama di rumah sakit.

"Sudah diapresiasi dari Bapak Presiden agar ditangani secara intensif mengingat beliau adalah salah satu budayawan dan pelaku sejarah Indonesia," kata Didi.

Kini, Indonesia harus merelakan kepergian salah satu maestro seni terbaiknya. PDI Perjuangan pun menyiapkan penghormatan terbaik untuk melepas kepergian adik dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tersebut.

"Keluarga besar PDI Perjuangan sungguh kehilangan Mas Guruh Soekarnoputra. Beliau dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan Pejuang Partai. Kita berikan penghormatan terbaik bagi Almarhum dengan Protokol Partai," ujar Hasto. ***

Editor : Dwi Puspitarini
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia prabowo subianto