Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas, Meluncur 2 Kilometer ke Arah Kali Boyong

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 13:49 WIB
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran ke arah Kali Boyong, Sleman. (FOTO: IST)
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran ke arah Kali Boyong, Sleman. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, SLEMAN – Aktivitas Gunung Merapi di kembali meningkat setelah awan panas guguran meluncur pada Sabtu (26/9/2026) malam.

Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian ESDM, awan panas guguran terjadi sekitar pukul 20.34 WIB dengan jarak luncur diperkirakan mencapai 2.000 meter.

Arah luncuran menuju sektor selatan, tepatnya ke alur Kali Boyong. Informasi tersebut juga dilaporkan sejumlah media berdasarkan keterangan Badan Geologi.

Kali Boyong adalah salah satu alur sungai yang berada di lereng selatan Gunung Merapi, wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga: Warga Bukit Tengkorak Pulang ke Kapuas, Otorita IKN Fasilitasi Kepindahan

Peristiwa tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 48,66 milimeter dengan durasi gempa awan panas sekitar 129,64 detik.

Aktivitas tersebut menjadi perhatian karena Gunung Merapi masih berada dalam status Siaga atau Level III. Kondisi ini membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di kawasan sekitar gunung.

Awan Panas Mengarah ke Kali Boyong

Luncuran awan panas kali ini bergerak ke arah selatan melalui alur Kali Boyong. Masyarakat di sekitar kawasan Merapi diminta tidak melakukan aktivitas di daerah yang masuk potensi bahaya. Warga juga diingatkan untuk menjauhi alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Selain awan panas guguran, alur sungai tersebut juga berpotensi menjadi jalur material vulkanik maupun lahar, terutama ketika terjadi hujan di kawasan puncak.

Dalam laporan aktivitas Merapi, Badan Geologi juga menyebut aktivitas vulkanik gunung tersebut masih cukup tinggi dan suplai magma masih berlangsung. 

Baca Juga: WhatsApp Business Mulai Berbayar 1 Oktober 2026, Ini Aturan Baru untuk Akun Bisnis

Warga Diminta Waspada

Status Siaga Level III membuat masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi resmi dari BPPTKG dan pemerintah daerah.

Aktivitas di kawasan yang berpotensi terdampak guguran lava maupun awan panas harus dihindari. Kewaspadaan juga diperlukan terhadap potensi lahar yang dapat mengalir melalui sungai-sungai berhulu di Merapi.

Masyarakat di sekitar Merapi diminta tidak mendekati kawasan berbahaya dan mengikuti arahan petugas apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

Editor : Uways Alqadrie
kali boyong gunung Merapi meletus lagi badan geologi Kementerian ESDM yogyakarta gunung merapi