Update Banjir Bandang Samosir: Ratusan Warga Masih Mengungsi, Takut Pulang ke Rumah

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 14:18 WIB
Banjir bandang menerjang permukiman warga di Samosir, Sumatera Utara. Arus deras membawa material lumpur dan kayu. (FOTO: IST)
Banjir bandang menerjang permukiman warga di Samosir, Sumatera Utara. Arus deras membawa material lumpur dan kayu. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, SAMOSIR – Warga Dusun I Sitobu, Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, masih memilih bertahan di tempat pengungsian setelah banjir bandang menerjang wilayah tersebut.

Rasa khawatir membuat warga belum berani kembali ke rumah masing-masing. Mereka masih mengantisipasi kemungkinan banjir maupun longsor susulan, terutama jika hujan deras kembali mengguyur kawasan perbukitan.

Untuk sementara, warga terdampak memilih tinggal di rumah keluarga. Sebelumnya, mereka telah dievakuasi ke Polsek Simanindo sebagai langkah pengamanan setelah banjir bandang menerjang pada Sabtu (26/9).

Baca Juga: Kisah Tukang Pilah Sampah Jadi Kades Mekarwangi Bekasi, Surya Kalahkan Petahana Dua Periode

Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan mengatakan keputusan warga untuk tidak pulang dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana susulan.

“Seluruh warga yang terdampak memilih untuk tidak kembali ke rumah masing-masing untuk sementara waktu,” kata Rina, Minggu (27/9).

Banjir bandang tersebut membawa material tanah dan lumpur dari kawasan perbukitan di sekitar Desa Garoga. Material kemudian terbawa arus hingga memasuki kawasan permukiman.

Dampaknya, akses jalan menuju Dusun I Sitobu tertutup material tanah dan lumpur. Sejumlah rumah warga juga terdampak dalam kejadian tersebut.

Pendataan sementara mencatat tiga rumah mengalami kerusakan ringan. Ketiga rumah tersebut dihuni Lasmaria Sidauruk, 57, bersama dua orang; Saurma Manik, 61, bersama tujuh orang; serta Nurmasta, 59, yang tinggal bersama Peter Curson, 80.

Baca Juga: Warga Bukit Tengkorak Pulang ke Kapuas, Otorita IKN Fasilitasi Kepindahan

Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian materiil masih dihitung.

Rina menjelaskan, banjir bandang dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan aliran sungai meluap. Arus kemudian membawa material dari kawasan perbukitan menuju permukiman.

Banjir Membawa Kayu Log

Seperti diketahui Warga Dusun I, Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dikejutkan banjir bandang yang datang secara tiba-tiba, Sabtu (26/9) sekitar pukul 18.00 WIB.

Arus banjir tidak hanya membawa air. Material berupa kayu gelondongan turut terseret hingga menerjang kawasan permukiman. Kondisi tersebut membuat warga panik dan memilih meninggalkan rumah untuk mencari lokasi yang lebih aman.

Warga setempat, Erik Manik, mengatakan derasnya arus membuat masyarakat langsung meningkatkan kewaspadaan. Mereka masih bersiaga karena khawatir debit air kembali meningkat.

“Banjir membawa kayu gelondongan. Kami sekarang siaga,” ujar Erik melalui sambungan WhatsApp, Sabtu malam.

Baca Juga: Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas, Meluncur 2 Kilometer ke Arah Kali Boyong

Menurut Erik, warga berupaya menyelamatkan diri ketika air mulai menerjang permukiman. Sebagian warga memilih berjalan meninggalkan lokasi untuk menghindari risiko jika arus banjir semakin deras.

Hingga Sabtu malam, warga masih memantau perkembangan kondisi air serta material yang terbawa arus. Mereka juga mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.

Situasi ini membuat sebagian warga belum berani kembali ke permukiman. Keselamatan menjadi pertimbangan utama sembari menunggu kondisi benar-benar aman.

Banjir bandang tersebut menerjang kawasan Dusun I Garoga setelah hujan deras mengguyur wilayah sekitar. Material kayu dan aliran air kemudian terbawa menuju permukiman warga.

Editor : Uways Alqadrie
banjir bandang Samosir Pulau Samosir danau Toba sumatera utara BPBD Sumatera Utara