Demo Sopir Truk Lumpuhkan Pelabuhan Ketapang, Antrean Kendaraan Capai 7,8 Km

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 15:32 WIB
Antrean kendaraan mengular hingga 7,8 kilometer menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, setelah aksi sopir truk logistik. (FOTO: IST)
Antrean kendaraan mengular hingga 7,8 kilometer menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, setelah aksi sopir truk logistik. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, BANYUWANGI – Jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, kembali dipadati kendaraan. Antrean panjang kendaraan mencapai sekitar 7,8 kilometer hingga Minggu (27/9/2026) siang.

Kepadatan tersebut merupakan dampak aksi protes sopir truk logistik yang berlangsung sehari sebelumnya. Aksi itu sempat membuat aktivitas bongkar muat di kawasan Pelabuhan Ketapang terhenti.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Rudi Wicahyono mengatakan, antrean kendaraan pada Minggu sekitar pukul 12.00 WIB bahkan sudah mencapai kawasan utara Grand Watu Dodol (GWD).

Baca Juga: Daftar Lengkap 50 Pati Polri yang Naik Pangkat September 2026, Ada Roycke Harry Langie Jadi Komjen

Menurut Rudi, kepadatan mulai terbentuk sejak Sabtu (26/9/2026) sore. Saat itu, sejumlah pengemudi truk logistik menggelar aksi di kawasan PT ASDP Indonesia Ferry.

Para sopir menyampaikan aspirasi agar kendaraan logistik berukuran besar dapat lebih maksimal masuk ke kapal sehingga proses pengangkutan berjalan lebih cepat.

Aksi tersebut kemudian berdampak terhadap aktivitas operasional di kawasan ASDP. Proses bongkar muat kapal sempat dihentikan selama lebih dari tiga jam.

Penghentian aktivitas tersebut membuat kendaraan yang sebelumnya tertahan di area pelabuhan menumpuk. Antrean akhirnya meluber hingga badan Jalan Gatot Subroto.

Antrean Kendaraan Mencapai 7,8 Kilometer

Untuk mengendalikan kepadatan, polisi melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar jalur menuju Pelabuhan Ketapang. Satlantas Polresta Banyuwangi melakukan penguraian kendaraan mulai sekitar 1,5 kilometer sebelum pintu masuk pelabuhan.

Kendaraan logistik berukuran besar diarahkan ke sisi kiri jalan untuk masuk ke buffer zone atau zona penyangga. Area tersebut mampu menampung sekitar 450 kendaraan.

Baca Juga: Kisah Tukang Pilah Sampah Jadi Kades Mekarwangi Bekasi, Surya Kalahkan Petahana Dua Periode

Sementara kendaraan pribadi dan kendaraan berukuran kecil diarahkan melalui sisi kanan jalan. Skema ini diterapkan agar kendaraan tersebut dapat lebih cepat menuju kawasan Pelabuhan ASDP.

Rudi mengatakan, kepolisian masih melakukan pengaturan di lapangan untuk mengurangi panjang antrean sekaligus mengembalikan kelancaran lalu lintas. Jalur tersebut menjadi salah satu akses utama kendaraan yang hendak menyeberang menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang.

 

 

Editor : Uways Alqadrie
demo sopir truk di pelabuhan Ketapang pelabuhan Ketapang Banyuwangi Polres Banyuwangi kabupaten banyuwangi polda jatim