KALTIMPOST.ID, GIANYAR – Dugaan transaksi senjata api ilegal yang melibatkan anggota kepolisian mencuat di Bali. Seorang anggota Polres Gianyar berinisial Brigpol IGWT tengah diperiksa setelah namanya disebut dalam pengakuan seorang pelatih beladiri Mixed Martial Arts (MMA).
Kasus ini terungkap ketika Satresnarkoba Polresta Denpasar menangani perkara narkotika yang menjerat pelatih MMA berinisial ARMP. Dalam penggeledahan di kediamannya, petugas menemukan sejumlah barang yang berkaitan dengan senjata api.
Salah satu barang bukti yang diamankan berupa pistol jenis Makarov Baikal berwarna silver. Polisi juga menemukan lima butir amunisi kaliber 32 ACP yang terkait dengan senjata tersebut.
Baca Juga: Dihuni Sambo dan Harvey, Lapas Kelas IIA Cibinong Kini Jadi Sorotan Publik, Simak Daftarnya
Dari pemeriksaan, ARMP mengaku memperoleh pistol itu dari Brigpol IGWT dengan nilai transaksi Rp30 juta. Menurut pengakuan tersebut, jual beli senjata diduga terjadi di rumah ARMP pada akhir 2025.
Informasi mengenai dugaan transaksi tersebut kemudian menjadi perhatian setelah beredar di media sosial. Polres Gianyar selanjutnya memerintahkan Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk menindaklanjuti keterlibatan anggotanya.
Kasi Humas Polres Gianyar Ipda Gusti Ngurah Suardita mengatakan, Propam telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap anggota yang disebut dalam kasus tersebut.
"Kapolres Gianyar sudah memerintahkan Kasi Propam untuk melakukan penyelidikan dan pengecekan terhadap inisial anggota Polres Gianyar tersebut," kata Suardita, Senin (28/9/2026).
Brigpol IGWT juga telah dipanggil penyidik Polresta Denpasar untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan guna mengetahui secara lebih jelas dugaan transaksi tersebut sekaligus menelusuri asal-usul pistol dan amunisi yang ditemukan.
Baca Juga: Panduan Lengkap: 5 Cara Gratis Hilangkan Iklan Murni di HP Android Tanpa Root
Hingga kini, dugaan keterlibatan Brigpol IGWT masih dalam proses pendalaman. Propam Polres Gianyar disebut masih menangani pemeriksaan terhadap anggota tersebut.
Penyidik juga masih menelusuri bagaimana senjata api dan amunisi tersebut bisa berpindah tangan hingga akhirnya ditemukan dalam pengungkapan perkara yang melibatkan ARMP.
Editor : Uways Alqadrie