Aturan Baru Mendikdasmen: Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Kelas 3 SD Mulai 2027

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 09:15 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan kebijakan Bahasa Inggris wajib kelas 3 SD yang mulai diterapkan pada tahun ajaran 2027/2028. (IST)

KALTIMPOST.ID - Ruang kelas sekolah dasar bakal mengalami penyesuaian kurikulum yang cukup mendasar dalam beberapa tahun ke depan. Mulai tahun ajaran 2027/2028, mata pelajaran bahasa Inggris resmi diwajibkan bagi seluruh murid mulai bangku kelas 3 SD.

Kabar kebijakan baru tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Ia memaparkan arah program kementeriannya saat menghadiri Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) di Nusa Dua, Badung, Bali, pada Jumat malam.

"Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib yang mulai diajarkan pada tahun akademik 2027/2028, mulai kelas 3 SD," tegas Abdul Mu'ti di hadapan para praktisi dan pemangku kepentingan pendidikan, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (3/10).

Agar kebijakan ini berjalan mulus di lapangan, pemerintah memilih memperkuat kompetensi guru yang ada saat ini ketimbang membuka perekrutan besar-besaran. Kemendikdasmen memprioritaskan pelatihan intensif bagi para guru kelas supaya memiliki kecakapan mengajar dasar bahasa asing dengan baik.

Baca Juga: Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Apa Saja Sebenarnya Tugas dan Peran Mereka?

Opsi pengangkatan formasi khusus guru bahasa Inggris dipastikan belum menjadi prioritas utama. Penambahan guru baru hanya akan dilakukan apabila tersedia ruang dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) mendatang.

Selain kesiapan pendidik, Abdul Mu'ti menaruh perhatian besar pada pendekatan belajar di kelas. Baginya, pembelajaran bahasa asing untuk anak-anak harus dikemas menyenangkan dan komunikatif agar anak tidak cemas berbuat kekeliruan.

"Kita ingin membuat anak-anak ini belajar dengan gembira walaupun salah," imbuh Abdul Mu'ti yang ingin mental percaya diri anak terbangun sejak awal, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (3/10).

Penguasaan keterampilan komunikasi global ini dinilai sangat krusial menghadapi arus pergaulan dunia masa depan. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden yang terus mendorong penguasaan ragam bahasa internasional bagi generasi penerus bangsa.

Baca Juga: Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026, 78 Kali Indonesia Vs Thailand: Mampukah Garuda Pecahkan Rekor?

Kewajiban bahasa Inggris ini hadir bersamaan dengan program unggulan lain yang disiapkan kementerian. Prioritas tersebut mencakup metode belajar mendalam (*deep learning*), bimbingan konseling untuk karakter siswa, hingga pelatihan sains, pemrograman (*coding*), dan kecerdasan buatan (AI).

Abdul Mu'ti berharap perguruan tinggi ikut bergerak aktif mendampingi peningkatan mutu para guru sekolah. Sinergi ini ditargetkan mampu mencetak fondasi kemampuan berbahasa yang kukuh bagi murid sejak menginjak bangku pendidikan dasar.***

Editor : Dwi Puspitarini
Bahasa Inggris wajib SD Kurikulum SD 2027 Mendikdasmen Abdul Mu'ti