KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Perjalanan karier Letkol Marinir Herwan Pratama Putera, menjadi salah satu contoh perjalanan panjang seorang prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Lahir di Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, 11 November 1987, Herwan tumbuh sebagai putra daerah yang kemudian memilih jalur pengabdian melalui militer.
Kini, perwira Marinir tersebut mendapat amanah baru sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 19 Marinir.
Penunjukan itu menjadi bagian dari pembentukan kekuatan baru Korps Marinir. Presiden Prabowo Subianto meresmikan Brigif 6 Marinir beserta empat batalyon baru dalam rangkaian HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
Baca Juga: Profil Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua: Putra Nias yang Berkarir di Kopassus Pimpin Kodam di NTT
Herwan menjadi satu dari lima perwira yang dipercaya mengawaki struktur baru tersebut. Selain dirinya sebagai Danyonif 19 Marinir, terdapat Kolonel Marinir Ernesto Ardendi Brahmana sebagai Danbrigif 6 Marinir.
Lalu Letkol Marinir Riska Sayogo W. sebagai Danyonif 20 Marinir, Letkol Marinir Budi Darmawan sebagai Danyonif 21 Marinir, serta Letkol Marinir Rinto Hutagaol sebagai Danyonif 22 Marinir.
Menempuh Pendidikan di AAL
Sebelum memasuki dunia militer, Herwan menyelesaikan pendidikan umum di Kepulauan Riau. Ia tercatat bersekolah dari jenjang dasar hingga SMA Negeri 1 Tanjungpinang.
Setelah itu, ia memilih pendidikan militer melalui Akademi Angkatan Laut (AAL).
Herwan kemudian dilantik sebagai Letnan Dua pada 2008. Sejak menjadi perwira Korps Marinir, Herwan menjalani berbagai penugasan di dalam maupun luar negeri.
Pernah Bertugas di Perbatasan hingga Lebanon
Pada 2009-2010, Herwan terlibat dalam Satgas Pengamanan Perbatasan dan Pulau-Pulau Terluar di Pulau Rondo, Sabang, Aceh.
Baca Juga: Profil Lengkap Komjen Suyudi Ario Seto: Calon Kapolri yang Pernah Pimpin Polda Banten dan BNN
Setahun kemudian, ia mewakili Korps Marinir Indonesia dalam latihan bersama Cobra Gold di Thailand. Latihan tersebut melibatkan sejumlah negara di kawasan Asia dan Amerika.
Pengalaman internasionalnya berlanjut ketika Herwan bergabung dalam misi perdamaian dunia di Lebanon pada 2013-2014.
Ia menjadi bagian dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) melalui Indonesian Battalion 23-H.
Tidak berhenti di sana, pada 2016 Herwan turut menjalankan tugas dalam Operasi Tinombala di Sulawesi Tengah. Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya aparat keamanan memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang ketika itu dipimpin Santoso.
Masuk Paspampres
Pengalaman penugasan tersebut menjadi bekal ketika Herwan kemudian dipercaya masuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Ia terpilih menjadi bagian dari pasukan elite tersebut pada 2019.
Dalam perjalanan tugasnya, Herwan mendapat kesempatan mengawal Presiden Joko Widodo dalam berbagai kegiatan. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika mendapat tugas pengamanan Presiden Jokowi dan keluarga saat menjalankan ibadah umrah.
Baca Juga: Indonesia Punya Harta Tambang Rp71.554 Triliun, Cadangan Batu Bara Bisa 70 Tahun
Herwan juga pernah menjalankan tugas pengamanan Presiden dalam kegiatan di Kisaran, Sumatera Utara.
Saat itu, antusiasme masyarakat yang ingin melihat langsung Presiden sangat tinggi. Kondisi tersebut membuat personel pengamanan harus bekerja ekstra.
Iring-iringan kendaraan VVIP bahkan bergerak perlahan karena banyaknya masyarakat di sepanjang rute. Personel pengamanan harus berlari mendampingi kendaraan dengan jarak sekitar 10 kilometer.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Herwan sebagai prajurit yang terbiasa menghadapi situasi dengan tuntutan kesiapsiagaan tinggi.
Pernah Menjadi Wakil Komandan Detasemen Paspampres
Dokumen perjalanan dinas kepresidenan pada 2022 mencatat Mayor Marinir Herwan Pratama Putra sebagai Wakil Komandan Detasemen Pengamanan Presiden atau Wadanden Pampri.
Jauh sebelumnya, Herwan juga pernah mendapat kepercayaan menjadi komandan Tim Merah dalam upacara penurunan Bendera Pusaka pada HUT ke-72 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2017. Ketika itu pangkatnya masih Kapten Marinir.
Catatan Pendidikan dan Prestasi
Karier Herwan tidak hanya berkembang melalui penugasan. Ia juga memiliki sejumlah catatan prestasi pendidikan militer.
Baca Juga: Deretan Klub Eropa Beri Selamat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Ada MU hingga Juventus
Pada 2015, ia disebut meraih predikat lulusan terbaik Pendidikan Sekolah Perwira Intelijen Maritim TNI AL.
Kemudian pada 2018, Herwan kembali meraih predikat lulusan terbaik Pendidikan Lanjutan Perwira Jurusan Komando Tempur TNI AL.
Bekal di bidang intelijen dan komando tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya.
11 Bulan Menimba Ilmu di Amerika Serikat
Salah satu capaian penting dalam karier Herwan terjadi ketika ia mendapat kesempatan mengikuti pendidikan di Amerika Serikat.
Pada 2025, Herwan menyelesaikan pendidikan di United States Marine Corps Command and Staff College (USMC CSC), Marine Corps University, Virginia.
Pendidikan tersebut berlangsung selama 11 bulan dan diikuti 256 siswa. Di dalamnya terdapat 44 siswa internasional dari 35 negara.
Herwan menjadi salah satu dari tiga perwira Korps Marinir TNI AL Indonesia yang menyelesaikan pendidikan tersebut.
Selama menjalani pendidikan, ia mempelajari berbagai materi strategis, mulai analisis operasi militer, kepemimpinan, manajemen konflik modern hingga sejarah militer.
Baca Juga: Profil Kolonel Fuad Hasan: Dipercaya Allah Jadi Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia
Ia juga membangun jejaring dengan perwira militer dari berbagai negara.
Bagi Herwan, pendidikan tersebut memberikan pengalaman berharga dalam memperluas cara pandang mengenai strategi, kepemimpinan dan operasi militer.
Dari Paban Denma Mabesal ke Pasintel Brigif 1 Marinir
Setelah menyelesaikan berbagai penugasan, Herwan kembali mendapat kepercayaan dalam struktur organisasi Korps Marinir.
Pada Juli 2025, ia dikukuhkan sebagai Perwira Staf Intelijen Brigif 1 Marinir. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Paban Denma Mabes Angkatan Laut.
Posisi tersebut memperkuat rekam jejak Herwan di bidang intelijen sekaligus menjadi bagian dari proses pengembangan kariernya sebagai perwira Marinir.
Kini Pimpin Yonif 19 Marinir
Babak baru karier Herwan datang pada Oktober 2026.
Presiden Prabowo meresmikan Brigif 6 Marinir beserta empat batalyon baru. Dalam struktur tersebut, Letkol Marinir Herwan Pratama Putera dipercaya sebagai Danyonif 19 Marinir.
Tugas tersebut bukan sekadar pergantian jabatan. Sebagai komandan satuan baru, Herwan memiliki tanggung jawab membangun organisasi, memastikan pengawakan personel serta menyiapkan kesiapan operasional batalyon.
Korps Marinir berharap para perwira yang ditunjuk mampu membangun satuan yang profesional, tangguh dan siap menjalankan tugas negara.
Keluarga di Tengah Tuntutan Tugas
Di balik perjalanan panjangnya sebagai prajurit, Herwan juga harus membagi waktu dengan keluarga.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Kebun Kelapa Terluas di Indonesia, Riau Nomor 1
Dalam wawancara sebelumnya, ia mengungkapkan bahwa kerinduan kepada keluarga menjadi bagian dari konsekuensi pekerjaan sebagai prajurit.
Penugasan yang berpindah-pindah membuat waktu bersama keluarga tidak selalu mudah didapat. Komunikasi melalui panggilan video menjadi salah satu cara untuk tetap menjaga hubungan ketika sedang bertugas jauh.
Herwan juga pernah menggambarkan bagaimana seorang prajurit tetap harus menjalankan tugas ketika orang tua atau anak sedang sakit.
Menurutnya, semua kondisi tersebut merupakan bagian dari konsekuensi pengabdian. Ketika mendapatkan waktu bebas tugas, kesempatan bersama keluarga berusaha dimanfaatkan sebaik mungkin.
Editor : Uways Alqadrie