KALTIMPOST.ID - Partai Golkar menegaskan langkah politiknya dalam menatap kontestasi pemilihan presiden mendatang. Partai berlambang pohon beringin ini memastikan kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.
Keputusan strategis tersebut telah diketok melalui forum resmi internal partai sejak jauh-jauh hari. Meski tiket capres sudah dikunci, Golkar belum mau terburu-buru menetapkan nama pendamping yang bakal mengisi posisi calon wakil presiden.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengungkapkan posisi partainya sudah sangat terang benderang. Sikap politik ini telah menjadi instruksi baku bagi seluruh jajaran pengurus dan kader di daerah.
"Sejak tahun akhir 2024, standing position Golkar kan jelas. Bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo," kata Doli saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10), dilansir dari CNN, Jumat (9/10).
Baca Juga: Eksekusi Nidal Hasan Terkait Tragedi Fort Hood Bakal Disiarkan Langsung
Doli menerangkan, pembahasan figur calon wakil presiden biasanya baru digodok ketika masa pendaftaran pasangan calon sudah di depan mata. Tahapan tersebut memerlukan komunikasi intensif dan kesepakatan bersama dengan partai mitra koalisi lainnya.
"Itu akan dibicarakan terlebih dahulu oleh partai-partai politik pengusungnya. Nah sekarang kan kita belum tahu pengusungnya siapa. Yang menyatakan baru resmi melalui Rapimnas, ya nggak tahu mungkin ada partai lain ya, tapi kami memutuskan itu melalui Rapimnas," tutur Doli.
Di samping kompromi koalisi, penentuan cawapres juga diserahkan kepada kenyamanan Prabowo Subianto secara langsung. Menurut Doli, mendesak pembicaraan soal kursi wakil presiden di saat kabinet baru bekerja jelas bukan langkah yang tepat.
"Saya kira kan tidak mungkin kalau kami sekarang mencalonkan Pak Prabowo, di mana dalam situasi sekarang kita semua fokus untuk melaksanakan menjalankan pemerintahan ini, Pak Prabowo kita tanya, 'Pak, kira-kira nanti wakil presidennya siapa?' Pasti di ujung," kata Doli.
Baca Juga: Aktor Bollywood Nana Patekar Tutup Usia, Ini Jejak Panjang Kariernya di Dunia Film India
Saat ini, Golkar memilih mengerahkan seluruh daya dan upaya demi menyokong kelancaran program kerja Prabowo-Gibran. Hal tersebut dinilai jauh lebih mendesak agar kebijakan pembangunan benar-benar dirasakan oleh rakyat.
"Tugas kami sekarang bukan hanya sekadar mencalonkan Pak Prabowo sebagai presiden. Tapi kami sudah menyampaikan seluruh jajaran untuk membantu menyukseskan pemerintahan Pak Prabowo-Gibran ini agar semua program itu deliver dan masyarakat merasakan manfaatnya," tegasnya.
Disinggung soal peluang Gibran Rakabuming Raka untuk kembali dipinang menjadi cawapres pada 2029, Doli tak menepis kemungkinan tersebut. Keberhasilan kinerja duet Prabowo-Gibran periode ini bakal menjadi tolok ukur utama dalam penilaian politik mendatang.
"Kalau kemudian nanti ini ternyata pemerintahan ini sukses. Artinya kan pemerintahan sukses itu pemerintahan Pak Prabowo-Gibran. Ya patut dipertimbangkan, patut dipertimbangkan apa namanya untuk kemudian direkomendasikan berpasangan lagi. Tapi itu kan nanti. Kita kerja dulu, ya sukseskan dulu pemerintahan ini. Kami sudah putuskan Pak Prabowo calon presidennya, wakil presidennya nanti," pungkas Doli.***
Editor : Dwi Puspitarini