Bahlil, Pigai hingga Raja Juli Masuk Daftar Menteri dengan Nilai Terendah, Ini Hasil Surveinya

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 05:41 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Kinerja jajaran Kabinet Merah Putih selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat penilaian beragam. 

Survei yang dilakukan Center of Economic and Law Studies (Celios) bersama Kabinet Bayangan menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai pada posisi terbawah.

Dalam pemaparan hasil riset pada Minggu (11/10), Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menyebut Bahlil memperoleh skor minus 159, disusul Pigai dengan minus 158. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berada di urutan berikutnya dengan skor minus 103.

Baca Juga: DPR Mulai Bahas UU Pemilu, Ambang Batas Parlemen Jadi Arena Tarik-Menarik Partai

Bhima menyampaikan, penilaian terhadap sejumlah menteri tersebut tidak banyak berubah dibandingkan survei tahun sebelumnya. Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi sorotan dalam penilaian terhadap kinerja Menteri Kehutanan.

Selain tiga nama tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono memperoleh skor minus 47. Berikutnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan minus 43 dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid dengan minus 24.

Tiga nama lain yang masuk dalam daftar menteri dengan skor negatif ialah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf, masing-masing minus 17.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon sama-sama mencatatkan skor minus 16.

Di sisi lain, survei yang sama turut mencatat sejumlah menteri dengan skor positif. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas dengan skor 291. Namun, Bhima menjelaskan penilaian tersebut dilakukan sebelum perubahan susunan di Kementerian Keuangan.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman berada di posisi kedua dengan skor 140, disusul Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 127. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memperoleh skor 12.

Selanjutnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman meraih skor 11, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 8, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait 6, serta Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dengan skor 6.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mendapat skor 5, sedangkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memperoleh skor 4.

Baca Juga: Lion Air Delay Beruntun di Bandara Juanda Surabaya, Penumpang Tujuan Balikpapan Tertahan Berjam-jam

Survei ini melibatkan 129 responden ahli dan 1.142 responden masyarakat yang tersebar di berbagai provinsi. Pengumpulan data berlangsung pada 15 September hingga 9 Oktober 2026.

Untuk kelompok masyarakat, peneliti menggunakan metode non-probability sampling melalui Meta Ads. Sementara itu, responden ahli dijaring dengan metode snowball sampling untuk menjangkau kalangan yang memiliki keahlian relevan.

Hasil survei tersebut merupakan gambaran penilaian responden terhadap kinerja para menteri, bukan keputusan resmi pemerintah mengenai capaian masing-masing kementerian.

Editor : Uways Alqadrie
kinerja kabinet merah putih natalius pigai raja juli antoni bahlil lahadalia amran sulaiman