Cara Cek Rekening Penipu Online Sebelum Transfer Uang, Gunakan 3 Layanan Ini

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 06:14 WIB
Foto istimewa
Foto istimewa

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum mengirim uang melalui layanan perbankan digital. Salah satu langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah memeriksa nomor rekening penerima untuk mengetahui apakah pernah dilaporkan terkait dugaan penipuan.

Transaksi digital yang semakin mudah membuat pengiriman uang dapat dilakukan kapan saja tanpa harus mendatangi bank atau mesin ATM. Namun, kemudahan tersebut juga dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mengelabui calon korban melalui berbagai modus.

Pemeriksaan rekening sebelum bertransaksi dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko kerugian. Masyarakat bisa memanfaatkan sejumlah layanan daring untuk menelusuri informasi rekening, nomor telepon, maupun legalitas lembaga keuangan.

Baca Juga: Bahlil, Pigai hingga Raja Juli Masuk Daftar Menteri dengan Nilai Terendah, Ini Hasil Surveinya

Berikut tiga layanan yang dapat digunakan untuk membantu memeriksa informasi sebelum melakukan transfer.

1. Cekrekening.id

Masyarakat dapat menggunakan situs Cekrekening.id, layanan yang disediakan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memeriksa rekening yang diduga berkaitan dengan tindak penipuan.

Pengguna dapat membuka situs tersebut, memasukkan nomor rekening yang ingin diperiksa, kemudian mengikuti petunjuk pencarian. Apabila tersedia laporan terkait rekening tersebut, informasi yang ditampilkan dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum transaksi dilanjutkan.

Meski demikian, tidak adanya laporan bukan jaminan bahwa rekening tersebut sepenuhnya aman.

2. Layanan OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyediakan informasi untuk membantu masyarakat memeriksa status perizinan lembaga jasa keuangan, termasuk bank dan perusahaan teknologi finansial yang berada dalam pengawasannya.

Pemeriksaan dapat dilakukan melalui situs resmi OJK di www.ojk.go.id. Masyarakat perlu memastikan nama lembaga dan status perizinannya sebelum menggunakan layanan keuangan yang ditawarkan.

Perlu diperhatikan, pemeriksaan legalitas lembaga berbeda dengan pemeriksaan rekening perorangan. Lembaga yang berizin pun tidak otomatis menjamin setiap transaksi dengan pihak yang mengatasnamakannya bebas dari risiko penipuan.

3. Kredibel.co.id

Alternatif lainnya adalah Kredibel.co.id, platform yang menyediakan informasi berdasarkan laporan masyarakat mengenai dugaan penipuan dalam transaksi.

Pengguna dapat mencari informasi berdasarkan nomor rekening, nomor telepon, atau nama akun yang hendak diperiksa. Hasil pencarian dapat membantu mengenali indikasi risiko sebelum uang dikirimkan.

Informasi dari platform tersebut tetap perlu dinilai secara cermat dan tidak serta-merta dianggap sebagai bukti hukum bahwa seseorang telah melakukan tindak pidana.

Baca Juga: Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, BPJPH Ingatkan Modus Penipuan Berkedok Denda

Jangan terburu-buru melakukan transfer

Selain memeriksa rekening, masyarakat perlu mewaspadai tawaran hadiah, keuntungan yang tidak masuk akal, permintaan uang mendadak, hingga pesan yang mengatasnamakan keluarga atau pihak tertentu untuk meminta bantuan dana.

Jangan langsung mengikuti instruksi pengiriman uang hanya karena pelaku mendesak agar transaksi segera dilakukan. Konfirmasikan identitas dan alasan permintaan melalui saluran komunikasi lain yang dapat dipercaya.

Jika menemukan indikasi penipuan, simpan bukti percakapan dan transaksi, lalu gunakan saluran pengaduan resmi yang sesuai. Memeriksa informasi penerima, memastikan identitas, serta tidak terburu-buru mengambil keputusan merupakan langkah penting untuk melindungi uang dari kejahatan digital.

Editor : Uways Alqadrie
cara cek rekening bank indonesia (bi) ojk penipuan online