Tawuran Maut Dua Kelompok Remaja Pecah di Semarang, Pelajar SMP Asal Boyolali Tewas Dibacok

Ari Arief • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 10:04 WIB
Ilustrasi tawuran depan RS Banyumanik, Semarang, Jateng, dan satu murid SMP tewas dibacok.(generate ai)
Ilustrasi tawuran depan RS Banyumanik 2, Semarang, Jateng, dan satu pelajarr SMP tewas dibacok.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,SEMARANG–Aksi tawuran antar-dua kelompok remaja di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, berujung tragis pada Minggu (11/10/2026) dini hari. Seorang pelajar SMP berusia 16 tahun berinisial FFK tewas setelah mengalami luka bacok parah di bagian kepala.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi tepat di depan RS Banyumanik 2 sekitar pukul 02.00 WIB. Korban diketahui merupakan warga Kabupaten Boyolali yang berstatus sebagai siswa SMP Al Islam Gunungpati, Semarang.

Baca Juga: Gelombang PHK Hantam Kaltim, September 3.485 Pekerja Kehilangan Pekerjaan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan ini melibatkan dua kelompok remaja, yaitu kelompok IB dan GPU. Kedua belah pihak diduga telah bersepakat bertemu untuk menggelar tawuran melalui fitur pesan pribadi (direct message) di media sosial.

Kejadian bermula saat kelompok IB melintas di depan RS Banyumanik 2 dan melihat kelompok GPU berada di sekitar gang rumah sakit. Kelompok IB kemudian memutar balik kendaraan dan langsung melancarkan serangan. Dalam bentrokan itu, seorang remaja berinisial KPA (18) diduga membacok kepala FFK hingga helm yang dikenakannya terbelah.

Baca Juga: Geger Tabungan Rp17 Miliar Raib di BTN, Investigasi Temukan Puluhan Rekening-ATM Tak Terdokumentasi

Korban seketika jatuh bersimbah darah dari sepeda motor Honda PCX yang dikendarainya. Petugas parkir rumah sakit yang mendengar kegaduhan segera menolong dan mengevakuasi korban ke IGD RS Banyumanik 2. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan setelah mendapat perawatan medis dari dokter jaga.

Polda Jawa Tengah bersama Polrestabes Semarang bergerak cepat mengusut kasus ini dengan memeriksa sejumlahi saksi serta mengamankan berbagai barang bukti. Petugas menyita enam senjata tajam jenis klewang, satu busur beserta anak panah, dua stik golf, dua ponsel, dua helm, dua jaket, rekaman CCTV, dan satu unit sepeda motor.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17.885 per Dolar AS, Won Korea dan Ringgit Malaysia Justru Menguat

Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dirres PPA dan PPO) Polda Jateng, Kombes Pol Nunuk Setyowati, menyatakan perkara ini ditangani sebagai dugaan tindak pidana kekerasan fisik terhadap anak, penganiayaan, serta pengeroyokan yang mengakibatkan kematian.

"Penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak dalam bentrokan tersebut, termasuk dugaan keterlibatan mereka dalam aksi kekerasan yang menewaskan korban," ujar Nunuk di Mapolsek Banyumanik, Minggu malam.

Baca Juga: Viral Siswi SMPN 1 di Sidrap Dirundung 10 Teman, Ditampar hingga Dilempari Ompreng MBG

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, menegaskan kepolisian juga menelusuri dugaan tindak pidana terkait kepemilikan senjata tajam dan alat pemukul. Dugaan sementara, senjata-senjata tersebut sempat disembunyikan di rumah kosong sebelum tawuran berlangsung agar tidak memicu kecurigaan.

"Siapa pun yang terbukti menguasai atau membawa senjata tajam, baik dari kelompok korban maupun pelaku, jika memenuhi unsur pidana akan kami proses sesuai hukum," tegas Anwar.

Baca Juga: Kian Lengket dengan Stephanie Giscka, Teuku Ryan Buka Suara soal Peluang Buka Hati

Menanggapi tragedi ini, Wakapolrestabes Semarang, AKBP M. Faisal Perdana mengimbau peran aktif orang tua dan pihak sekolah dalam mengawasi anak-anak, terutama saat malam hari dan dalam penggunaan grup percakapan di media sosial.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Yuliyanto mengaitkan komitmen kepolisian untuk menuntaskan perkara ini secara profesional serta meminta masyarakat segera melapor jika melihat indikasi potensi tawuran di lingkungannya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
smp semarang tawuran tewas