KALTIMPOST.ID, BMKG merilis peringatan dini terkait potensi kekeringan meteorologis di sejumlah daerah di Indonesia pada Dasarian II Oktober (11–20 Oktober 2026). Peringatan ini didasari oleh analisis iklim yang menunjukkan bahwa sekitar 76 persen wilayah Indonesia masih berada dalam cengkeraman musim kemarau.
Kondisi tersebut dipicu oleh intensitas fenomena El Nino yang tergolong sangat kuat, ditunjukkan melalui Anomali SST di region Nino3.4 sebesar +3.44 serta indeks IOD sebesar +0,457 pada Dasarian III September 2026. Sejauh ini, baru sekitar 5,7 persen wilayah atau 40 Zona Musim (ZOM) yang mulai memasuki musim hujan.
Peta Wilayah Berpotensi Kekeringan
BMKG membagi status ancaman kekeringan ke dalam tiga tingkatan:
1. Kategori Waspada
- Bali
- Jawa Tengah
- Nusa Tenggara Barat
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Papua Selatan
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Tenggara
2. Kategori Siaga
- DKI Jakarta
- Jawa Tengah
- Kepulauan Bangka Belitung
- Lampung
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Tenggara
- Maluku
- Papua Selatan
3. Kategori Awas (Tingkat Tertinggi)
- Bali, Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
- Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah
- Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo
- Sumatra Selatan
- Papua Selatan
Prediksi Curah Hujan Pertengahan Oktober 2026
Pada Dasarian II Oktober 2026, gambaran sebaran curah hujan di wilayah Indonesia diperkirakan sebagai berikut:
- Kategori Rendah (0–50 mm/dasarian): Mendominasi sekitar 66,09 persen wilayah.
- Kategori Menengah (50–150 mm/dasarian): Mencakup sekitar 32,67 persen wilayah.
- Kategori Tinggi (150–300 mm/dasarian): Hanya meliputi sekitar 1,24 persen wilayah.
Dominasi curah hujan rendah ini menegaskan bahwa ancaman defisit air dan kekeringan meteorologis masih terbilang tinggi. Meski demikian, potensi hujan lokal dengan intensitas signifikan tetap ada di beberapa daerah akibat dinamika atmosfer yang aktif.
Editor : Ilmidza