Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman: Antrean di Bali Akibat Masalah Distribusi

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:39 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia

KALTIMPOST.ID - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Cadangan BBM saat ini dipastikan mencukupi untuk kebutuhan 16 hingga 18 hari ke depan.

Pernyataan ini merespons fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Bali yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Bahlil menegaskan bahwa permasalahan tersebut murni berasal dari hambatan teknis distribusi, bukan karena kelangkaan pasokan.

"Kalau stok nasional itu di angka 16 sampai 18 hari, jadi masih clear. Enggak ada masalah secara stok-stok nasional. Jadi mungkin distribusinya yang ada sedikit mengalami terkendala," ujar Bahlil di Istana Negara, dilansir dari CNBC Indonesia, Kamis (15/10).

Baca Juga: Pasca Gempa NTT, AHM Pulihkan Layanan Kesehatan dan Tanam 10.000 Mangrove di Taman Nasional Komodo

Bahlil menambahkan, pihaknya segera menggelar rapat dengan PT Pertamina (Persero) untuk mendalami laporan terkait perkembangan situasi di Bali. Ia menekankan bahwa peran pemerintah sebagai regulator akan memastikan operasional BUMN berjalan dengan baik.

Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat. Ia menjelaskan, antrean panjang dipicu oleh gangguan teknis pada kapal kargo saat melakukan proses bongkar muat.

Baca Juga: Layak Terima Bansos tapi Tercatat Mampu? Gus Ipul: Segera Sanggah Lewat DTSEN

"Sehingga timing dan rencana yang sudah kita persiapkan pukul 6.30 pagi mundur sampai jam 10 malam. Namun sekali lagi kejadian ini tidak untuk pembenaran kami, bagaimana pun juga yang terpenting adalah pelayanan bagi masyarakat," kata Simon.

Antrean panjang terpantau terjadi di wilayah Denpasar, Badung, Tabanan, dan beberapa kabupaten lainnya di Bali. Kondisi tersebut diperparah oleh aksi kepanikan masyarakat yang berbondong-bondong mengisi bahan bakar karena khawatir kehabisan stok.***

Editor : Dwi Puspitarini
Berita Bali energi stok bbm pertamina bahlil lahadalia