KALTIMPOST.ID, Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Istana Negara, Jakarta, Kamis sore.
Penunjukan perwira tinggi bintang tiga ini menandai babak baru kepemimpinan lembaga kebencanaan nasional dalam memperkuat mitigasi dan penanganan darurat di Indonesia.
Pelantikan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 113/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Kristomei menggantikan pejabat sebelumnya, Letjen TNI Suharyanto.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan Keppres, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Bahwa saya akan setia dan memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Kristomei saat membacakan sumpah jabatan.
Pria kelahiran Kotabumi, Lampung Utara, pada 6 Mei 1976 ini memiliki rekam jejak panjang di dunia militer. Lulusan SMA Taruna Nusantara tahun 1994 tersebut menuntaskan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) pada 1997 dari kecabangan Infanteri.
Pengembangan kapasitas dirinya berlanjut melalui pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sesko TNI, hingga menyelesaikan studi di Universitas Pertahanan (Unhan).
Di lapangan, Kristomei pernah memimpin pasukan sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak (2013-2014) serta Yonif Para Raider 328.
Pengalaman manajerial dan strategisnya makin teruji saat dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Sespri Wakasad) pada 2017 serta Asisten Operasi (Asops) Kasdam I/Bukit Barisan (2020-2022).
Kemampuannya di bidang komunikasi publik terasah saat menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) pada 2023-2024, dilanjutkan sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI pada awal 2025.
Selain itu, ia pernah mengemban amanat di lembaga pendidikan dan komando teritorial, di antaranya Wakil Gubernur Akademi Militer (2024-2025) serta Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten.
Pengalaman internasional juga melengkapi rekam jejaknya saat bertugas dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Atas pengabdian tersebut, ia dianugerahi UNIFIL Medal dan Military Valour Medal dari pemerintah Lebanon.
Kini, kepemimpinan Kristomei Sianturi dinantikan dalam memperkuat sistem mitigasi bencana nasional, sekaligus mengoptimalkan strategi komunikasi publik BNPB berbasis pengalamannya di bidang penerangan militer.
Editor : Ilmidza