Dampak Karhutla, Kemenkes Catat 283 Ribu Kasus ISPA Tersebar di 7 Provinsi

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 12:49 WIB
DIKEPUNG ASAP: Kondisi terkini kualitas udara di Kutai Barat, dalam dua bulan terakhir masih dikepung kabut asap. (K.SUNARDI/KP)
Ilustrasi. Warga terdampak kabut asap karhutla yang memicu lonjakan kasus ISPA di wilayah Kalimantan dan Sumatera. (K.SUNARDI/KP)

KALTIMPOST.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sebanyak 283.270 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Angka tersebut merupakan akumulasi laporan kasus yang dihimpun sejak Agustus hingga 13 Oktober 2026.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Then Suyanti, menjelaskan bahwa ribuan kasus ini tersebar di 63 kabupaten atau kota di tujuh provinsi. Data tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kemenko Polkam, Rabu (14/10/2026).

"Situasi harian hingga hari ini kasus ISPA sebanyak 3.897 hingga 13 Oktober dan secara kumulatif ini ada total 283.270 kasus ISPA dengan kasus sebanyak 63.711 kasus terjadi pada anak berusia 0 hingga 5 tahun," ujar Then Suyanti, dilansir dari Detikhealth, Jumat (16/10).

Baca Juga: OJK Respons Isu Kepemilikan Saham BCA yang Seret Nama Haji Isam

Ia merinci, kelompok usia di atas lima tahun mencatatkan angka yang lebih tinggi, yakni sebanyak 219.559 kasus. Kalimantan Selatan menjadi wilayah dengan penyebaran ISPA tertinggi yakni 74.636 kasus, disusul Sumatera Selatan dengan 74.458 kasus.

Menurut Then, asap karhutla mengandung partikel berbahaya seperti PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun. Paparan asap ini dapat memicu gejala ISPA seperti batuk, sesak napas, pilek, hingga radang tenggorokan.

Selain itu, asap karhutla juga berisiko memperburuk kondisi kesehatan bagi penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Dampak paparan tersebut bahkan dapat memicu penyakit jantung, stroke, serta gangguan iritasi mata dan kulit.

"Tentunya kita harus menjaga kelompok rentan sebagaimana anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma/PPOK, maupun pekerja di luar ruangan," tambah Then. Kemenkes terus memantau situasi kesehatan warga di wilayah-wilayah terdampak kabut asap tersebut.***

Editor : Dwi Puspitarini
kesehatan masyarakat kemenkes kualitas udara karhutla ispa