​Kabut Asap Karhutla Makin Pakat, Seluruh Penerbangan di Bandara Pattimura Ambon Batal

Ilmidza • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:59 WIB
seluruh penerbangan di bandara Pattimura Ambon batal akibat karhutla.
seluruh penerbangan di bandara Pattimura Ambon batal akibat karhutla.

KALTIMPOST.ID, Cuaca buruk berupa kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Pattimura, Ambon. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Cabang Bandara Pattimura kembali menghentikan seluruh penerbangan pada Minggu (18/10/2026) demi alasan keselamatan.

​General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Pattimura, Johan Seno Acton, menegaskan bahwa jarak pandang yang terbatas membuat operasional pesawat terlalu berisiko. Pihaknya terpaksa mengambil keputusan tegas demi menjaga keselamatan penerbangan.

​Langkah pembatalan massal ini memangkas rute menuju sejumlah destinasi penting, antara lain Nabire, Jakarta, Banda Neira, Wahai, Makassar, Kufar (Seram Bagian Timur), Moa, Saumlaki, Langgur, Surabaya, hingga Ternate.

​Kondisi tersebut memperpanjang daftar gangguan penerbangan yang sudah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya. Pada Sabtu (17/10), rute penerbangan menuju Saumlaki, Nabire, Langgur, Sorong, Ternate, Surabaya, Makassar, dan Jakarta juga mengalami pembatalan. Bahkan sejak pertengahan pekan, tepatnya 14–16 Oktober, serangkaian penundaan (delay) dan pembatalan penerbangan telah berdampak pada ribuan calon penumpang.

​Guna meredam ketidaknyamanan, pengelola bandara membagikan bantuan pemulihan berupa makanan ringan dan minuman kepada penumpang terdampak. Area terminal dan ruang tunggu juga dipastikan tetap bersih serta sejuk.

​Sementara untuk urusan tiket, para calon penumpang diarahkan ke loket maskapai masing-masing untuk mengajukan refund atau reschedule. Pihak pengelola bandara menegaskan bahwa proses ganti rugi dan penjadwalan ulang sepenuhnya menjadi kewenangan maskapai, sedangkan pengelola berfokus pada kenyamanan serta ketertiban di area terminal.

Editor : Ilmidza
asap karhutla