Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tidak Masuk Daftar di PON 2024, Jujitsu Optimistis Masih Ada Peluang di PON 2028

Oktavia Megaria • Jumat, 26 Juli 2024 | 14:22 WIB
YAKIN: Pengprov Jujitsu Indonesia (JI) Kaltim meyakini masih ada peluang untuk tampil di PON NTB dan NTT.
YAKIN: Pengprov Jujitsu Indonesia (JI) Kaltim meyakini masih ada peluang untuk tampil di PON NTB dan NTT.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) akan berlangsung satu bulan lagi.

Sementara itu, tuan rumah untuk PON edisi selanjutnya telah ditentukan. Pada tahun 2028 mendatang, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menjadi tuan rumah untuk ajang olahraga terbesar di Indonesia ini.

Beberapa waktu lalu, daftar cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan sudah dibagikan, setelah rapat koordinasi KONI pusat dengan KONI NTT dan NTB.

Daftar ini menarik perhatian banyak pihak, terutama cabor yang tidak masuk dalam daftar. Dari sekitar 60 lebih cabor yang ada, hanya 40 yang tercantum dalam daftar tersebut.

Cabor jujitsu menjadi salah satu olahraga yang tidak masuk dalam 40 cabor ini. Padahal, jujitsu baru debut dan dipertandingkan secara resmi di PON Aceh-Sumut.

Menanggapi kabar ini, Ketua Pengprov Jujitsu Indonesia (JI) Kaltim Arso Lumadyo menyebut bahwa putusan ini belum final. Terlebih, jangka waktu pelaksanaan PON edisi NTB dan NTT masih empat tahun lagi.

“Menurut saya itu belum final, dalam proses persiapannya, perubahan bisa saja terjadi. Selain itu, kalau saya cermati, daftarnya sementara masih terfokus pada cabor olimpiade,” ujarnya.

Karena itu, dirinya masih optimis bahwa jujitsu masih punya peluang untuk dimainkan di NTT dan NTB. Begitu pula dengan cabor lain yang tidak masuk daftar, seperti boling.

Terlepas dari itu, jujitsu Kaltim baru saja menuntaskan uji coba di Bali, sebagai persiapan sebelum menjajaki panggung PON Aceh-Sumut. Dalam Kejuaraan Jujitsu Asia Tenggara tersebut, mereka sukses membawa pulang dua medali perunggu dari kelas newaza 54 kg putri dan kelas kadet/junior putra.

Di samping itu, Arso menuturkan bahwa keikutsertaan Kaltim pada ajang ini juga menjadi momen untuk mengasah kemampuan para atlet. Pasalnya, para atlet bisa menguji kemampuan lewat pertemuan dengan atlet senior yang sudah berpengalaman di kejuaraan level Asia.

“Yang jelas kami terus evaluasi terkait teknik dan penguasaan aturan pertandingan. Kami optimis untuk membawa pulang minimal satu medali emas di PON nanti,” tandasnya.(*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#kaltim #jujitsu