KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Dalam ajang Bayan Open 400 2024, tidak hanya para peserta yang bersaing memperebutkan gelar, tetapi juga wasit muda yang tengah menjalani ujian praktik sebagai bagian dari pelatihan yang diselenggarakan oleh Pengkot Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Balikpapan pada 22-24 Juli lalu.
Setelah mengikuti pelatihan teori, para wasit muda ini harus menghadapi ujian praktik selama kejuaraan berlangsung. Penilaian kinerja mereka akan dilakukan berdasarkan pelaksanaan tugas di lapangan.
Referee Bayan Open, Aang Syahrudin, mengungkapkan bahwa terdapat beberapa catatan dari hasil evaluasi. Para wasit muda ini memang masih minim pengalaman dalam memimpin pertandingan.
“Kami mengapresiasi dedikasi mereka yang mau terlibat dalam proses regenerasi. Itu adalah poin utama yang patut kita syukuri,” ujarnya.
Aang juga menjelaskan bahwa ketidakpuasan dari peserta adalah hal yang wajar dalam sebuah pertandingan. Biasanya, pemenang akan puas dan tidak mengajukan komplain, sedangkan pihak yang kalah seringkali mengajukan protes.
Sebagai kepala wasit, Aang menegaskan bahwa ia tidak membela atau menyalahkan wasit dan hakim garis yang bertugas, serta tidak menyalahkan peserta, karena ketidakpuasan adalah bagian dari hukum alam dalam pertandingan.
Di level internasional, seperti dalam kejuaraan BWF, digunakan sistem challenge untuk mengevaluasi keputusan melalui rekaman ulang pertandingan. Namun, di tingkat lokal seperti Bayan Open, keputusan masih dilakukan secara manual.
“Kita tidak memiliki teknologi challenge, sehingga penilaian dilakukan secara langsung di lapangan,” kata Aang.
Aang menambahkan bahwa wasit-wasit muda ini umumnya masih mahasiswa dan belum memiliki banyak pengalaman. Oleh karena itu, perbaikan akan terus dilakukan jika ada kesalahan, yang dianggap sebagai hal manusiawi dan tidak fatal.
Berbeda dengan sepak bola yang sering kali bersifat subjektif, bulutangkis lebih objektif dalam pengambilan keputusan.
Pihaknya juga terbuka terhadap kritik dari peserta. “Kami sangat menghargai masukan dan kritik yang diberikan. Tanpa kritik, kami tidak akan tahu area yang perlu diperbaiki,” tambah Aang.
Sementara itu, Aang melaporkan bahwa pertandingan hingga saat ini masih berjalan sesuai rencana meski ada beberapa perubahan jadwal akibat durasi pertandingan yang memanjang. Semua masalah tersebut masih dapat dikelola, dan pertandingan diharapkan dapat selesai sebelum tengah malam.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko