KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Liga Esport Nasional 2024 akan segera dimulai. Digelar di Jakarta pada 5-27 Oktober mendatang.
Dari Kaltim, ada Borneo FC Esport yang siap turut serta. Untuk tampil di ajang kali ini, Borneo FC Esport akan tampil dengan menurunkan sembilan atlet terbaiknya. Mereka dibesut oleh Aldimas Kurniawan Effendi selaku pelatih alias technical team management.
Pada musim ini, ada 14 tim yang akan ambil bagian. Perinciannya, 12 tim peserta kompetisi
musim lalu. Ditambah dua tim yang dipromosikan dari Liga 2 Esport Nasional 2023.
Kompetisi akan bergulir pada dua fase. Pada 5-19 Oktober, akan berlangsung babak penyisihan
grup. Dilanjutkan babak playoff pada 25-27 Oktober.
“Hingga saat ini pembagian grup belum ditentukan,” jelas manajer Borneo FC Esport Afif Rayhan Harun didampingi asistennya, Garin.
Di kompetisi ini, nama Borneo FC Esport lumayan disegani. Sebab, pada musim lalu, mereka
berhasil finis di peringkat kedua.
“Bahkan sempat bertahan lama di peringkat pertama klasemen pertama. Sayang terpeleset di akhir, sehingga harus finis di peringkat kedua. Musim ini, kami ingin memperbaiki catatan itu,” jelas putra wali kota Samarinda, Andi Harun, itu.
Dirinya menyadari persaingan musim ini tidaklah mudah. Apalagi pada musim ini, skema
degradasi akan diterapkan.
“Tentu yang menjadi main goal kami adalah finis di peringkat pertama. Tetapi yang tidak kalah penting adalah memastikan tim ini tidak berakhir di zona degradasi,” terang pria yang juga legislator muda Kaltim itu.
Sementara itu, Aldimas mengatakan, persiapan sudah berjalan sejak setahun terakhir. Bongkar-
pasang komposisi jadi fase yang mereka lalui hingga tiba dengan sembilan pemain terbaik yang
mereka temukan saat ini.
“Sebulan terakhir, kami sudah memaksimalkan persiapan, banyak scrim (scrimmage: simulasi
pertandingan. Selain itu sekarang kami berfokus menelaah patch terbaru. Itu akan menjadi
kunci keberhasilan bagi siapapun yang bisa lebih dulu memahami patch ini,” jelas pria asal
Balikpapan ini.
Mereka diagendakan bertolak ke Jakarta pada 26 September mendatang. Memiliki waktu sekira
sembilan hari, mereka ingin memaksimalkan kesempatan untuk mematangkan persiapan.
“Yang tidak kalah menantangnya juga, kita belum bisa meraba kekuatan calon lawan di
kompetisi ini. Sebab, mereka menyembunyikan rapat-rapat perkembangan mereka. Kami
melihat akan ada kejutan-kejutan yang tercipta saat kompetisi dimulai,” tegas dia.
Sementara itu, Afif berpesan kepada para pemain agar bisa menjaga konsentrasinya. Salah
satunya adalah pantang jemawa ketika sedang di atas angin.
“Itu yang terjadi di kami pada musim lalu. Ketika sudah susah payah bertahan lama di puncak, karena jemawa, akhirnya terpeleset dan finis di peringkat kedua. Kami harus belajar dari sana. Jangan lengah. Waspadai semua lawan, tanpa terkecuali,” tegas dia.
Status sebagai tim papan atas juga akan memberi tekanan tersendiri. “Semakin tinggi posisinya,
semakin banyak yang ingin menjatuhkan kita dari sana. Itulah kompetisi. Tinggal bagaimana
mental kita bisa mengatasi itu agar tetap bisa bertahan. Semoga target juara itu bisa diraih,”
tuntas dia.(*)